Pulau Karampuang Bakal Jadi Titik Start Pengembangan Wisata Bahari di Sulbar

akan diadakan pertemuan antarkabupaten, sebelum pertemuan nasional pariwisata bahari

Pulau Karampuang Bakal Jadi Titik Start Pengembangan Wisata Bahari di Sulbar
Nurhadi/TribunSulbar
Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP saat nemberikan penjelasan kepada wartawan di kantor gubernye, Jl. Abd Malik Pattana Endeng, Rangas, Kamis (29/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, membentuk kelompok kerja beranggotakan 10 orang untuk menyusun rencana starategis pembangunan wisata yang singkrong dengan rencana pembangunan wisata nasional.

Hal itu disampaikan Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Dr Muhammad Idris DP, saat ditemui TribunSulbar.com, di kantor gubernur, Jl. Abd Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kamis (29/11/2018).

"Jadi Sulbar saat ini tidak masuk dalam 10 Bali Baru, kita berharap walaupun tidak masuk 10 besar, tapi bisa menjadi bagian yang mendorong 10 pencapaian Bali Baru itu,"kata Idris.

Baca: TRIBUNWIKI : Profil Calon Rektor IAIN Palopo, Abbas Langaji

Baca: Rempah-rempah Asal Sulsel Dipamerkan di Jeddah

Baca: Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep Bakal Mengadakan Festival di Maret 2019

Dikatakan, hal tersebut sangat strategis dalam memperkenalkan daerah, sehingga akan diadakan pertemuan antara kabupaten, sebelum pertemuan nasional pariwisata bahari.

"Dan kita ingin membuat ikon-ikon yang ada di Sulbar melalui wisata bahari itu. Karena kita punya potensi luar biasa dan Pulau Karampuang itu akan menjadi titik star untuk membangun perpektif kebaharian di Sulbar,"ujarnya.

"Termasuk wisata Bahari Dato Majene. Karena kita nanti akan merangkai dari ujung selatan Sulbar hingga ke ujung utara dan ini akan sangat luar bisa,"tambahnya.

Menurutnya, rencananya tersebut sebagai langkah mengundang investor masuk ke daerah Sulawesi Barat, untuk mengemmbangkan wisata Bahari.

"Makanya kita akan membangun rest area, karena itu harus ada. Sulsel sekarang sudah menganggarkan itu sekitar Rp 126 miliar, dan itu akan kita lanjutkan ke Sulbar, namun masih kita kaji,"kata dia.

"Makanya tolong kawan-kawan media, membantu memberitakan potensi kebaharian di Sulbar,"tuturnya. (*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved