Dosen Unismuh Makassar Bikin Sofa dari Bambu
Program ini sebagai upaya mengembangkan karya inovasi bersumber dari produk lokal daerah terus digenjot pemerintah.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi melalui Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM)-LP3M Unismuh Makassar memberi program pendanaan kepada para dosen untuk penelitian dan pengabdian.
Program ini sebagai upaya mengembangkan karya inovasi bersumber dari produk lokal daerah terus digenjot pemerintah.
Oleh karena itu, untuk menjadikan produk inovasi sumber daya lokal ini bernilai ekonomi membutuhkan kemauan pemerintah lokal dan akademisi.
Salah satu karya inovasi dosen Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar adalah kursi sofa dari bahan bambu.
Kursi sofa ini merupakan hasil pengabdian masyarakat dari Dosen Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Fatriady MR ST MT.
Fatriady mengatakan, menjadikan kursi sofa sebagai hasil pengabdian masyarakat karena ingin memanfaatkan sumber lokal di Kabupaten Pinrang.
“Pinrang salah satu daerah yang wilayahnya masih banyak ditumbuhi hamparan Bambu yang tumbuh liar. Melihat hal itu sehingga saya berinisiatif untuk menciptakan karya ini melalui pengabdian masyarakat. Harapan saya, ini bisa menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan pemanfaatan sumber daya lokal," kata Fatriady.
Hadir dalam pameran itu adalah Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan jajaran pejabat daerah maupun nasional
Nurdin Abdullah mengapresiasi hasil karya inovasi teknologi yang dipamerkan.
“Dalam memperlancar konektivitas arus barang hingga ke Eropa dan investasi di Sulawesi Selatan. Pemerintah Sulawesi Selatan membuka pintu kemitraan dalam pengembangan teknologi oleh Perguruan Tinggi," kata Mantan Bupati Bantaeng itu via rilis ke Tribun, Kamis (29/11/2018).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/fatristy.jpg)