Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kejar Begal Potong Tangan, Kodam Kerahkan Pasukan Raider, Ini Kehebatannya

Kodam Hasanuddin menerjunkan dua pasukannya untuk membantu petugas Tim Khusus (Timsus), bentukan pihak Polrestabes Makassar

Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Imam Wahyudi

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kodam XIV mengerahkan prajuritnya memburu pelaku begal potong tangan di Tallo, Makassar, 25 November lalu.

Hal itu diungkapkan Kepala Penerangan (Kapen) Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf. Alamsyah, saat dikonfirmasi tribun timur.com, Rabu (28/11/2018) petang.

Menurut Alamsyah, mereka menyiapkan prajurit Yonif Rider 700 dan Garnisun dari Kodim 1408 BS Makassar.

"Ada dua pasukan yang diperbantukan untuk pengejaran dan antisipasi pelaku begal di Makassar. Ini perintah bapak Panglima (Pangdam)," kata Alamsyah.

Kodam Hasanuddin menerjunkan dua pasukannya untuk membantu petugas Tim Khusus (Timsus), bentukan pihak Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel.

Lanjut Kolonel Alamsyah, prajurit Kodam Hasanuddin yang diturunkan akan selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian di lapangan, agar tetap dalam penyelidikan.

"Pastinya prajurit yang diperbantukan ini akan tetap berkoordinasi agar tidak putus informasinya, tim akan berpatroli siang dan malam," ungkap Alamsyah.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa, Imran (19) menjadi korban begal di Jl Datu Ribandang 2, Tallo, Kota Makassar pada tanggal 25 November 2018, lalu.

Saat itu, dua pelaku begal bersenjata tajam (Sajam) jenis parang, ingin merampas ponsel korban. Karena Imran mempertahankan berang miliknya, sehingga komplotan begal memarangi tangan kiri korban hingga putus.

Saat ini, tim bentukan Polrestabes dan Polda Sulsel juga masih bergerak untuk mengidentifikasi dua pelaku begal sadis yang masih beron hingga saat ini.

Dilansir wikipedia, Raider adalah kualifikasi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilatih untuk menguasai 3 kemampuan. Yaitu:

-Kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat.
-Kemampuan sebagai pasukan lawan gerilya dengan mobilitas tinggi.
-Kemampuan untuk melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut (panjang).

Pasukan Raider mampu beroperasi dalam unit kecil, rahasia dan mendadak. 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved