Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Guru Besar FH Unhas Harap CCTV Makassar Dapat Bantu Ungkap Pelaku Begal

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Prof Dr Irwansyah SH MH meminta aparat kepolisian menindak tegas pelakunya.

Penulis: Amiruddin | Editor: Waode Nurmin
DOK. PROF IRWANSYAH
Prof Dr Irwansyah SH MH 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Amiruddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kasus begal yang dialami mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Makassar, Imran (21) menyita perhatian warga.

Selain ponselnya dirampas, mahasiswa asal Kabupaten Enrekang tersebut harus kehilangan tangan kirinya gegara ditebas parang.

Baca: DPD KNPI Mamuju Gelar Dialog Pemuda di NAL Cafe, Ini yang Dibahas

Baca: Terungkap di Persidangan, Istri Bos Abu Tours Hamzah Mamba, Ternyata Beli 3 Apartemen di Makassar

Menanggapi kasus begal sadis tersebut, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Prof Dr Irwansyah SH MH meminta aparat kepolisian menindak tegas pelakunya.

Tindakan tegas kata Irwansyah, perlu dilakukan agar ada efek jera bagi pelaku, demi menciptakan rasa aman bagi warga Kota Makassar dalam beraktivitas.

"Polisi harus menindak tegas, agar ada efek jera bagi pelaku begal sadis tersebut. Semoga pelakunya segera ditangkap oleh kepolisian," kata Irwansyah, kepada tribuntimur.com, Rabu (28/11/2018).

Akademisi asal Sinjai tersebut menambahkan, untuk memberantas begal di Kota Makassar perlu penanganan secara total.

Artinya, kata dia, selain melihat akibat yang ditimbulkan oleh aksi begal, juga mencari tahu penyebab terjadinya aksi begal sadis tersebut.

"Apakah mereka dalam pengaruh alkohol, narkotika, atau ada penyebab lainnya sehingga nekat melakukan aksi begal sadis. Itu juga perlu diketahui, agar aksi begal ini bisa benar-benar diberantas," ujarnya.

Pakar sosiologi hukum itu juga berharap, keberadaan CCTV yang dipasang Pemkot Makassar di sejumlah ruas jalan, dapat membantu meminimalisir maupun membantu pengungkapan aksi begal di Makassar.

"Yang perlu diaktifkan juga seperti Siskamling, begitupun kepolisian agar kembali menggiatkan patroli," tutupnya.

Sebelumnya, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan kasus begal yang menimpa Imran menjadi atensinya.

"Ini atensi saya, jadi harus para pelaku pencurian dan kekerasan (curas) harus sampai didapat, tindakan tegas tentunya akan diberlakukan," ujar Wahyu Dwi Ariwibowo.

Baca: Ditolak Warga, Pembangunan Instalasi Peternakan Sapi di Beroangin Polman Tetap Dilanjutkan

Baca: Pantau Daftar Nama Peserta SKB CPNS Sidrap di Website Ini

Mantan Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua itu, bahkan diketahui juga telah membentuk tim khusus pemburu begal sadis tersebut, yang melibatkan Jatanras Polrestabes Makassar, Polsek Tallo dan Resmob Polda Sulsel.

Sekadar diketahui, Imran dibegal di Jl Datu Ribandang 2, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu (25/11/2018) malam. Tangan kirinya pun terputus, gegara ditebas parang.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved