Warga Pulau Rajuni Selayar Harap Ada Pembangunan Tower Telepon Seluler

Tak hanya Pulau Rajuni, kondisi yang sama juga dirasakan warga di Pulau Tarupa, Latondu serta Pasitallu, Kecamatan Takabonerate.

Warga Pulau Rajuni Selayar Harap Ada Pembangunan Tower Telepon Seluler

Laporan Wartawan TribunSelayar.com, Nurwahidah

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Warga di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, mengaku belum menikmati jaringan telepon seluler secara merata di Pulau Rajuni Selayar.

Tak hanya Pulau Rajuni, kondisi yang sama juga dirasakan warga di Pulau Tarupa, Latondu serta Pasitallu, Kecamatan Takabonerate.

"Kalaupun ada, sinyalnya belum merata di semua titik. Akibatnya bila warga Kepulauan membutuhkan komunikasi, terpaksa harus mencari titik tertentu atau dengan menambah peralatan antene khusus penguat sinyal," kata salah satu warga Irwan Cakra kepada Tribunselayar.com, Kamis (8/11/2018).

Menurutnya, jaringan telepon seluler di Pulau Rajuni belum stabil. Warga harus mencari titik tertentu agar komunikasi bisa lancar

"Itupun bila menghubungi akan sulit tersambung, sudah tersambung acap terputus. Sebagian besar mengaku kesulitan berkomunikasi dengan keluarga di luar Pulau dan informasi dunia luar,"tambahnya.

Warga pun berharap penyedia jasa operator seluler membangun tower di daerah mereka.

“Telepon seluler zaman sekarang ini merupakan salah satu kebutuhan sekunder bagi masyarakat untuk menunjang perkembangan ekonomi. Tapi ke kampung kami sering hilang sinyal,

"Pulau Rajuni adalah salah satu tujuan wisatawan yang datang ke Taman Nasional Takabonerate, Namun pembangunan sarana prasarana masih terdapat banyak kekurangan. Seperti air bersih dan susahnya berkomunikasi lewat seluler akibat tidak adanya tower untuk memperoleh sinyal,"tuturnya.

Sementara itu aktivis Pulau Tarupa di Kecamatan Takabonerate, Nurwan Hamdan menambahkan, sulitnya berkomunikasi via seluler menyebabkan daerahnya makin terasa terisolir.

"Warga di Pulau Tarupa kalau ada signal seluler tidak bisa mendaftar kartu, soalnya signal yang lewat katanya berasal di Indonesia Timur. Warga sangat berharap Pemerintah dan wakil rakyat yang selama ini duduk di dewan dari wilayah tersebut dapat memikirkan persoalan yang sejak lama ini, apalagi momentum tahun demokrasi ini pasti banyak caleg yang akan ke Pulau mencari suara," jelasnya.(*)

Penulis: Nurwahidah
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved