PSM Makassar

Tanpa Silva dan Irfan Jaya, Pelatih PSM Tetap Sebut Persebaya Tim Berbahaya

Persebaya Surabaya bakal bermain di pekan ke-30 Liga 1 Indonesia 2018 tanpa sejumlah pilarnya menghadapi PSM

. Berlangsung Sengit

Berlangsung Sengit

Sebelumnya Laga Big Match pekan ke-30 Liga 1 Indonesia antara Persebaya Surabaya vs PSM Makassar diprediksi bakal berlangsung sengit. Apalagi kedua tim era Perserikatan ini menyandang predikat tim tersebut di musim 2018 ini.

Hingga pekan ke-29, Persebaya telah mencetak 50 gol ke gawang lawan-lawannya dan berstatus tim paling subur. Kemudian PSM Makassar menyusul sebagai tim kedua paling produktif dengan torehan 46 gol.

Duel tim tersubur yang bakal berlangsung, Sabtu (10/11), di Stadion Gelora Bung Tomo ini pun diyakini bakal terjadi hujan gol. Hal ini bukan tidak mungkin terjadi, mengingat statistik Persebaya di beberapa laga terakhir tampil begitu agresif.

Setidaknya dari empat laga terakhir yang dilakoninya, Bajul Ijo mencetak 12 gol. Bahkan yang menarik dua laga kandang dari empat laga terkahirnya Persebaya menjebolkan tujuh gol masing-masing saat menaklukan Madura United 4-0 dan saat menjegal langkah Persija Jakarta dengan skor 3-0 dipekan ke-29 lalu.

Sementara tim tamu, Laskar Ayam Jantan dari Timur juga mencatatkan jumlah gol yang tak kalah fantastisnya. Dalam empat laga terakhirnya, anak asuhan Robert Rene Alberts ini menciptakan tujuh gol.

Secara keseluruhan statistik empat laga terkahir kedua tim, Persebaya lebih unggul soal produktifitas. Namun anak asuhan Djajang Nurdjaman harus waspada, lantaran PSM kerap memberikan kejutan lewat gol-golnya di babak kedua bahkan mendekati menit akhir pertandingan.

Tercatat, Wiljan Pluim Cs rata-rata menjebol gawang lawan dengan presentase 34,8 persen pada menit 75' hingga menit ke 90'. Kondisi ini bisa digambarkan termasuk saat PSM membungkam Persipura, Minggu (4/11) lalu, dengan skor 4-2 di Stadion Mattoangin. PSM mencetak tiga gol kemenangan di menit di antara menit ke 79' hingga menit ke 88.

Melihat presentase gol PSM yang rata-rata dicetak pada babak kedua patut menjadi warning bagi Persebaya. Apalagi Persebaya memiliki catatan kebobolan gol pertama dari lawannya di kisaran menit ke 44' ke atas saat berstatus tuan rumah, hal ini menggambarkan jika Persebaya memiliki masalah konsentrasi di babak kedua meskipun sudah terlebih dahulu unggul.

Soal lain yang menjadi keunggulan Persebaya maupun PSM hingga menjadi dua tim terproduktif yakni adanya sebaran gol yang merata di sejumlah pemainnya. Hal yang cukup berbeda lantaran kedua tim tak hanya terpatok ke pemain-pemain tertentu sebagai eksekutor di depan gawang.

Dari total 50 gol yang diciptakan Persebaya tersebar melalui kaki dan kepala 15 pemainnya.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

11
Halaman
Penulis: Alfian
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved