Lantik Bupati Enrekang dan Wali Kota Parepare, NA Paparkan Pemerintahan yang Ramah Investasi
Pemerintahan yang bersih, transparan, dan ramah investasi yang dibalut dalam The New Sulsel.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan seremoni pelantikan Bupati Enrekang dan Wakil Bupati Enrekang, serta Walikota Parepare dan Wakil Walikota Parepare di Ruang Pola, Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, kota Makassar, Rabu (31/10/2018).
Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah mewakili Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) yang melantik langsung dua kepala daerah ini, yaitu Bupati Enrekang dijabat Muslimin Bando, Wakil Bupati Enrekang oleh Asman.
Adapun Wali kota Parepare dijabat Taufan Pawe dan Wakilnya dijabat Andi Pangerang Rahim.
Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah dalam sambutannya mengatakan Pemprov Sulsel mengajak para kepala daerah untuk bersinergi dalam menyelesaikan berbagai peluang untuk memaksimalkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pandangannya, persoalan yang harus dituntaskan adalah soal pengangguran, kemiskinan, infrastruktur.
Menurutnya ini akan selesai jika terjadi kolaborasi antara pemerintah provinsi dan daerah.
"Ayo kita bersatu padu, dan membuat program-program tepat sasaran," ujar Nurdin
Ia pun membeberkan, salah satu upaya Pemprov Sulsel dalam menjawab tantangan dan persoalan, yakni dengan cara mengubah sistem pelayanan dengan konsep ramah investasi.
Hal ini kata Nurdin juga sejalan dengan program 100 hari pemerintahannya, yakni pemerintahan yang bersih, transparan, dan ramah investasi yang dibalut dalam The New Sulsel.
"Bagaimana cara agar kita provinsi ramah investasi? Ya mudah, dengan memberikan kemudahan dalam pengurusan izin -izin. Urusan jangan dibuat ribet dan lama," kata NA.
Sektor perikanan, pertanian, bahkan pariwisata di Sulsel telah dilirik oleh sejumlah investor asing.
Olehnya itu, ia mengharapkan seluruh pemerintah daerah melakukan tak henti melakukan koordinasi agar program kesejahteraan masyarakat Sulsel bisa terwujud dan tepat sasaran.
Lanjut NA, membangun daerah itu tidak bisa mengandalkan anggaran daerah (APBD) karena nilainya kecil. Olehnya, solusi yang baik adalah investasi.
Ia mengungkapkan setelah beberapa pekan mengamati kabupaten kota di Sulsel, jalan provinsi masih belum sesuai harapan.
Hal itulah menurutnya yang menghambat perekonomian di Sulsel meningkat.
"Insya allah dalam tiga tahun kami target Sulsel berbenah ,ayo sama sama mencari solusi dalam percepatan ekonomi kita, kebutuhan masyarakat kita," NA menambahkan.
Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:
Follow juga akun instagram official kami: