Tribun Wiki
TRIBUNWIKI:29 Kecelakaan Besar Pesawat Indonesia 1955-2018, Ini 1990-2000 (Dugaan Pilot Bunuh Diri)
Ada delapan kecelakaan besar yang menyebabkan puluhan sampai ratusan korban jiwa. Satu di antaranya diduga akibat pilot bunuh diri.
Penulis: Ina Maharani | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM - Pencarian badan pesawat Lion Air JT 610 terus dilakukan oleh petugas gabungan. Basaranas mengonfirmasi badan pesawat tidak ditemukan di lokasi terakhir pesawat hilang kontak.
Sementara itu, KNKT menduga badan pesawat hancur karena menghujam laut.
Baca: TRIBUNWIKI:1955-2018 Ada 29 Kecelakaan Besar Pesawat Indonesia, Ini di 2001-2018 (Termasuk Adam Air)
Baca: Saksi Mata: Ekor Pesawat Masuk ke Air, Lalu Terdengar Suara Ledakan
Baca: TRIBUNWIKI: Lion Air Pangkal Pinang yang Jatuh Jenis Boeing 737 MAX 8, Ini Spesifikasi dan Harganya
Sejak pesawat komersil mulai memasuki Indonesia di tahun 50-an, terhitung ada 29 kecelakaan dalam dunia penerbangan, yang menyebabkan puluhan, bahkan ratusan korban tewas, termasuk penumpang dan awak kabin yang bertugas.
Untuk tahun 1990 sampai dengan 2000, ada delapan kecelakaan besar yang menyebabkan puluhan sampai ratusan korban jiwa. Satu di antaranya diduga akibat pilot bunuh diri.
1990 - 2000
- July 24 1992 – Mandala Airlines Flight 660 jenis Vickers Viscount 816, mengalami kecelakaan saat mencoba untuk mendarat di Bandar Udara Pattimura Ambon, Indonesia, pada saat kondisi badai yang parah. Kesalahan pilot dan perubahan arah angin disalahkan atas kecelakaan itu. Seluruh 63 penumpang dan kru tewas.
- October 18 1992 - Merpati Nusantara Airlines Flight 5601 adalah penerbangan penumpang berjadwal domestik yang berangkat dari Bandar Udara Internasional Achmad Yani ke Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara. Pesawat CASA/IPTN CN-235-10 yang berumur dua tahun pada rute tersebut jatuh di sisi barat Gunung Papandayan, Jawa Barat, Indonesia pada pukul 13:30 UTC dalam cuaca buruk. Pesawat meledak dampaknya menewaskan kedua puluh tujuh penumpang dan empat awak pesawat.
- 9 Januari 1993 - Bouraq Indonesia Airlines jatuh 600 meter dari ujung landasan Bandara Juanda, Waru, Surabaya dan mengakibatkan 22 korban tewas.
- 17 Juni 1996 - Garuda Indonesia Penerbangan 865, pesawat terbakar setelah overrun akibat aborting take off oleh penerbangnya di Bandara Fukuoka, Jepang saat akan take off menuju Jakarta, Indonesia. 3 dari 275 penumpang tewas.
- 7 Desember 1996 – Dirgantara Air Service Flight 5940 jenis CASA C-212 Aviocar mengalami kecelakaan, menabrak pabrik gas sesaat setelah takeoff dari bandara Syamsudin Noor International Airport, Indonesia, karena kegagalan mesin. Sebanyak 16 dari 17 penumpang dan kru terbunuh, termasuk dua orang di darat.
- 19 April 1997 – Merpati Nusantara Airlines Flight 106, jenis BAe ATP mengalami kecelakaan karena hard landing di Buluh Tumbang International Airport (sekarang Bandar Udara Internasional HAS. Hanandjoeddin) di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Sebanyak 5 dari 53 penumpang dan kru tewas.
- 26 September 1997 - Garuda Indonesia Penerbangan 152 menggunakan Airbus A300 dengan membawa 234 orang akan mendarat di Bandar Udara Polonia di Medan. Pihak pengendali udara bingung dengan pesawat Merpati yang berada di kawasan udara tersebut dengan GA152. Ia justru sempat mengira bahwa ada pesawat Merpati 152 (di mana pesawat tersebut tidak pernah ada). Ia kemudian menyuruh GA152 untuk terbang ke pegunungan di mana seluruh penumpang dan awak pesawat tewas seketika. Kecelakaan ini merupakan kecelakaan udara terburuk di Indonesia.
- 19 Desember 1997 - SilkAir Penerbangan 185 menggunakan Boeing 737 sedang terbang di ketinggian 35.000 kaki di atas Sungai Musi. Tiba-tiba, pesawat terjun secara vertikal dan meluncur hingga melebihi kecepatan suara. Bagian pesawat mulai terlepas satu per satu dan menghantam sungai. Seluruh 104 orang tewas seketika. Seluruh mayat hancur berkeping-keping dan 4 orang tidak dapat diidentifikasi sama sekali. Pihak Amerika menyatakan bahwa pilot melakukan bunuh diri, sedangkan pihak Indonesia tidak dapat menentukan penyebabnya. Pengadilan Los Angeles menyatakan bahwa penyebabnya ialah kerusakan rudder (ekor belakang)
Baca: TRIBUNWIKI: Terhitung Ada 30 Insiden Menimpa Lion Air Sejak 2002, Termasuk Kemasukan Burung
Baca: TRIBUNWIKI: Ini Sejarah Hadirnya Lion Air, Sudah Dua Kali Disanksi, Pernah Diberhentikan
kecelakaan Garuda Idonesia 152
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pesawat-melintas-di-udara_20180605_160252.jpg)