Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Mengapa Pilot Lion Air Ingin Kembali ke Bandara Soekarno Hatta? Ini Dimaksud R2B
Pesawat mutakhir ini memadukan dua industri airlines dunia, Amerika dan Eropa, yang dari dulu tidak pernah menyatu.
TRIBUN-TIMUR,COM, MAKASSAR – Tiba-tiba Bhavye Suneja, yang “mengemudi” Pesawatn Lion Air Nomor Penerbangan JT 610 pada Senin (29/10/2018) pagi, minta kembali ke Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soeta) Jakarta di Banten, Jawa Barat.
Pilot pesawat Boeing 737 Max itu tiba-tiba meminta air traffic control (ATC) untuk kembali ke Bandara Soekarno-Hatta (R2B), padahal dia sekitar 13 menit pesawat yang mengangkut 188 orang itu meninggalkan Bandara Soeta.
Apa sebenarnya yang terjadi dalam pesawat? Kondisi seperti apa yang memaksa Bhavye minta kembali ke Soeta?
Pengamat penerbangan asal Makassar, Andi Isdar Yusuf SH MH, mengatakan, permintaan RTB pilot itu menunjukkan ada kondisi yang tidak bisa diatasi dalam pesawat dan di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang.
"R2B berarti Return to Base, permintaan pilot dikarenakan beberapa hal mendesak. Bisa jadi karena emergency flight kondisi pesawat memberi signal ke pilot yang diterjemahkan oleh pilot bahwa ada sesuatu yang terjadi pada engine atau instrument lainnya,” kata Isdar, dikuti Tribun Timur cetak edisi 30 Oktober 2018 halaman 1.
Menurut alumnus Universitas Hasanuddin (Unhas) itu, karena kondisi itu, pilot khawatir pesawat tidak bisa mencapai bandara tujuan atau bila sampai di tujuan pesawat tidak dapat ditangani oleh engineer.
“Biasanya airline tidak menempatkan engineer dan peralatan memadai di bandara kecil. Oleh karena itu, jika terjadi sesuatu dalam pesawat yang sedang menuju bandara seperti ini, pilot harus memutuskan R2B,” jelas Isdar.
“Jadi R2B itu prosedur emergency yang harus diminta pilot saat after take off pesawat mengalami kerusakan yang sangat berat, sehingga pilot meminta untuk kembali ke base,” tegas Isdar menambahkan.
Menurut Isdar, tidak ada pesawat Lion yang diinapkan atau parkir di Bandara Depati Amir, makanya Lion tidak menempatkan engineer di bandara ini. Sehingga pesawat Lion yang mengalami kerusakaan saat menuju Pangkal Pinang, tidak ada pilihan lain selain R2B.
Dia mengingatkan, Boeing JT 610 adalah tipe pesawat baru milik Lion Group, atau Boeing 737-800 Max yang menggabungkan teknologi andal Amerika dan Eropa. Boeing JT 610 ini dilengkapi Engine LEAP Seri CFM 56 1 B joint venture antara GE dari Amerika dan Safran Aircraft Engine dari Prancis.
“Pesawat ini adalah sangat dibanggakan oleh boeing karena ringan dan enginenya tipe mutakhir karena dapat memadukan dua industri airlines dunia, antara Amerika dan Eropa yang dari dulu tidak pernah menyatu. Makanya kejadian ini sangat memukul pabrikan Boeing di Amerika,” jelas Isdar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/m-isdar-yusuf-lawyers-di-jakarta_20161015_200507.jpg)