Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: 1995-2018 Ada 29 Kecelakaan Besar Pesawat Indonesia, Ini di 1955-1990 (Ada Pesawat Haji)
ada 10 kecelakaan besar yang menewaskan puluhan sampai ratusan korban jiwa. Salah satunya adalah pesawat pengangkut jamaah haji.
Penulis: Ina Maharani | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM - Pencarian badan pesawat Lion Air JT 610 terus dilakukan oleh petugas gabungan. Basaranas mengonfirmasi badan pesawat tidak ditemukan di lokasi terakhir pesawat hilang kontak.
Sementara itu, KNKT menduga badan pesawat hancur karena menghujam laut.
Baca: TRIBUNWIKI:1955-2018 Ada 29 Kecelakaan Besar Pesawat Indonesia, Ini di 2001-2018 (Termasuk Adam Air)
Baca: TRIBUNWIKI:29 Kecelakaan Besar Pesawat Indonesia 1955-2018, Ini 1990-2000 (Dugaan Pilot Bunuh Diri)
Baca: TRIBUNWIKI: Ini Sejarah Hadirnya Lion Air, Sudah Dua Kali Disanksi, Pernah Diberhentikan
Sejak pesawat komersil mulai memasuki Indonesia di tahun 50-an, terhitung ada 29 kecelakaan dalam dunia penerbangan, yang menyebabkan puluhan, bahkan ratusan korban tewas, termasuk penumpang dan awak kabin yang bertugas.
Untuk tahun 1955 sampai dengan 1990, ada 10 kecelakaan besar yang menewaskan puluhan sampai ratusan korban jiwa. Salah satunya adalah pesawat pengangkut jamaah haji.
Tahun 1955-1990
- 11 April 1955 - Air India "Princess Kasmhir" yang dicarter pemerintah RRT untuk transportasi pejabat VIP ke Konferensi Asia Afrika di Bandung, Indonesia. Tipe pesawat: Lockheed Constellation. Pesawat terbakar karena ledakan bom di atas kepulauan Natuna, Indonesia dan jatuh di laut, pecah menjadi 3 bagian. 16 awak pesawat dan penumpang tewas, 3 awak pesawat selamat (ko-pilot, mekanik, navigator).
- 16 Juli 1957 – KLM Flight 844, jenis Lockheed Super Constellation, mengalami kecelakaan setelah takeoff dari Biak ke Mokmer Airport, Indonesia. Sebanyak 58 dari 68 penumpang tewas.
- 16 February 1967 – Garuda Indonesia Flight 708 jenis Lockheed L-188 Electra, mengalami kecelakaan saat mendarat di Sam Ratulangi Airport, menewaskan 22 dari 84 penumpang.
- 10 November 1971– Pesawat jenis Vickers Viscount dari Merpati Nusantara Airlines mengalami kecelakaan di Samudra Hindia, di sekitar kota Padang, Sumatera Barat. Kecelakaan akibat cuaca buruk ini menewaskan ke-66 penumpang peswat.
- 4 Desember 1974 - Pesawat Martinair yang disewa Garuda Indonesian Airways untuk penerbangan haji jatuh saat akan mendarat di bandar udara Kolombo, Sri Lanka, dan menyebabkan 191 korban yang adalah calon jamaah haji tewas.
- September 24 1975 – Garuda Indonesia Flight 150, a Fokker F-28 Fellowship, crashes while on approach to Sultan Mahmud Badaruddin II Airport in foggy weather; 25 of 61 on board die; one person on the ground also dies.
- 11 Juli 1979 - Musibah Pesawat Fokker F-28 Garuda Indonesia 1979 (nomor penerbangan tidak diketahui) terjadi pada 11 Juli 1979. Pesawat bernama Mamberamo itu dalam penerbangan dari Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang menuju Medan dipiloti Kepten A.E. Lontoh menabrak dinding Gunung Pertektekan, anak Gunung Sibayak dalam pendekatan (approaching) untuk mendarat di Bandara Polonia, Medan. Kesemua 4 awak dan 57 penumpangnya tewas.
- 4 April 1980 - Garuda Indonesia jatuh dan terbakar di Bandara Polonia, menewaskan 26 orang awak dan penumpang, sementara 19 orang luka berat. Pesawat mengalami gangguan dalam cuaca buruk, hujan, kilat dan angin berkecepatan 4 knot
- 20 Maret 1982 - Fokker F28 yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia, mendarat di landasan pacu di Bandar Udara Radin Inten II, Bandar Lampung, Indonesia pada saat hujan lebat. Pesawat tergelincir hanya 700 meter dari landasan pacu di bandar udara dan kemudian pesawat terbakar.[1] Semua dari 23 penumpang dan 4 kru meninggal dunia.
- 4 April 1987 - Garuda Indonesia Penerbangan 035, dari Banda Aceh jatuh pada saat mendarat di landasan pacu 05 Bandara Polonia, Medan, dalam cuaca buruk. 28 penumpang dan awak tewas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pesawat-malaysia-airlines-mh17_20180525_054257.jpg)