Masalah Tanah Adat di SMAN 2 Toraja Utara, Rizal Calvary Temui Menteri Agraria

Rizal menemui Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A Djalil di Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Masalah Tanah Adat di SMAN 2 Toraja Utara, Rizal Calvary Temui Menteri Agraria
HANDOVER
Caleg DPR RI Sulsel 3, Rizal Calvary Marimbo menemui Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A Djalil di Jakarta, Jumat (26/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis, Rizal Calvary Marimbo menanggapi dan peduli atas permasalahan sengketa tanah adat Lapangan Gembira, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Sulsel.

Rizal menemui Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A Djalil di Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Perkara sengketa lahan tersebut dimenangkan ahli waris H Ali dan Hj Samate yang mengalahkan Pemkab Toraja Utara di Pengadilan Negeri Makale dan Pengadilan Tinggi Makassar, dimana menjadi perhatian beberapa pihak.

Baca: Kemenristekdikti cpns.ristekdikti.go.id - Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Hari Ini

"Sudah saya temui beliau, saya meminta dukungan moril dan menyampaikan masalah sengketa lahan itu," ujar Rizal yang juga Caleg DPR RI Sulsel 3.

Selain menemui Menteri Sofyan A Djalil, pihaknya berencana akan menemui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Dr Muhajir Effendy.

Rizal akan bekerjasama semua pihak dan unsur masyarakat Toraja baik di Tana Toraja maupun diperantauan untuk menyelamatkan masa depan siswa-siswi SMAN 2 Toraja Utara yang akan digusur.

Baca: Tidak Lama Lagi Hari Jomblo Sedunia Diperingati, Catat Tanggalnya!

"Penggusuran fasilitas pendidikan secara sepihak melukai rasa keadilan masyarakat dan itu bertentangan dengan konstitusi," ujarnya.

Kata Dia, tugas negara sesuai konstitusi adalah menyediakan fasilitas pendidikan bagi masyarakat, namun bukan malah membenarkan agenda penggusuran oleh satu oknum saja.

Baca: Pemicu Sinéad OConnor Masuk Islam Hingga Pengalaman Tragis Sebelumnya

"Siswa-siswi dan pada orang tua siswa punya hak mempertahankan fasilitas pendidikan yang diberikan negara, maka tidak elok merampas hak mereka untuk memperoleh pelayanan pendidikan sebagai warga negara," jelas Rizal.

Dikatakannya, jika penggusuran tetap dilakukan, akan mengancam dan memperkarakan masalah sengketa lahan hingga ke tingkat nasional sehingga Bapak Presiden RI serta Menteri tahu bahwa ada fasilitas pendidikan yang akan digusur oleh pihak penggugat.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

 Follow juga akun instagram official kami: 

Baca: Profil Juara III Miss Grand International 2018 Nadia Purwoko, dari Orangtua Hingga Agama

Baca: Naik ke Mimbar Orasi Peserta Aksi Bela Kalimat Tauhid, Kapolres Jeneponto: Allahu Akbar!

Baca: Losari Beach Inn Raih Best Guest Service dari Traveloka

(*)

Penulis: Risnawati M
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved