Pascatawuran Mahasiswa, Rektor UIN Alauddin: Fungsi Penasehat Akademik Belum Efektif

Mahasiswa UIN Alauddin libur hingga Jumat 22 Oktober 2018 dan kembali aktif mengikuti perkuliahan Senin 29 Oktober 2018.

Pascatawuran Mahasiswa, Rektor UIN Alauddin: Fungsi Penasehat Akademik Belum Efektif
Rara/tribuntimur.com
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Prof Musafir Pababari menggelar jumpa pers di lantai 1 Rektorat UIN Alauddin Samata, Gowa, Rabu (24/10/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Prof Musafir Pababari, meliburkan seluruh mahasiswa pascatawuran.

Mahasiswa UIN Alauddin libur hingga Jumat 22 Oktober 2018 dan kembali aktif mengikuti perkuliahan Senin 29 Oktober 2018.

Langkah tersebut sebagai hasil dari rapat pimpinan sekaligus untuk sterilisasi kampus, yang oleh Kepolisian Resor (Polres) Gowa sedang dilakukan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Hingga saat ini, dua mahasiswa dari fakultas bertikai Muhammad Alan dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) serta Hariadi dari Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), berstatus tersangka dan ditahan di Polres Gowa.

Baca: 3 Video Tawuran Mahasiswa UIN Makassar: Kaca Gedung Kuliah Pecah dan Puluhan Kendaraan Rusak

Baca: 2 Mahasiswa Tersangka Tawuran UIN Alauddin Makassar Terancam 5 Tahun Penjara

Lebih dekat dengan kami, jangan lupa update dan subscribe channel Youtube tribun timur: 

 Follow kami juga di akun Instagram: 

Saat konferensi pers, Prof Musafir mengakui fungsi penasehat akademik yang merupakan orangtua asuh mahasiswa di kampus belum berfungsi dengan baik.

Sehingga tawuran antar dua fakultas tersebut terjadi.

Baca: Bentrok Mahasiswa UINAM, Motor Sama Gedung Perkuliahan Rusak

"Sebenarnya apa yang kami lakukan selama ini sudah cukup. Kami punya program Character Building Training (CBT) dan mungkin yang belum berjalan efektif adalah penasehat akademik," kata Prof Musafir kepada wartawan di lantai 1 Rektorat UIN Alauddin Samata Gowa, Rabu (24/10/2018) sore.

Dalam konferensi pers juga disebutkan bahwa pemicu terjadinya tawuran adalah turnamen futsal.(*)

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved