2 Mahasiswa Tersangka Tawuran UIN Alauddin Makassar Terancam 5 Tahun Penjara

Polisi masih memintai keterangan sejumlah saksi dan kemungkinan bertambahnya tersangka masih sangat mungkin terjadi.

2 Mahasiswa Tersangka Tawuran UIN Alauddin Makassar Terancam 5 Tahun Penjara
TRIBUN TIMUR/MUNAWWARAH AHMAD
(kiri-kanan) Wakil Rektor III UIN Alauddin Makassar Prof Aisyah Kara, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Musafir Pababari, Wakapolres Gowa Kompol Fajri dan Kapolsek Somba Opu Kompol Soma Mihardja. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Pimpinan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar konferensi pers pasca tawuran oleh dua fakultas di kampus Samata Gowa, Senin (22/10/2018) lalu tersebut.

Hadir dalam konferensi pers Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Musafir Pababari, Wakil Rektor III UIN Alauddin Makassar Prof Aisyah Kara, Wakapolres Gowa Kompol Fajri dan Kapolsek Somba Opu Kompol Soma Mihardja.

Prof Musafir Pababari dalam kesempatannya menyampaikan dukungan penuhnya kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus tawuran yang melibatkan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dan Fakultas Hukum Syariah (FSH) tersebut.

"Kami merespon dengan langsung menggelar rapat pimpinan setelahnya. Sehingga untuk menyelesaikan masalah ini dibentuk dua investigasi yaitu internal diketuai oleh WR 3 dan tim dari kepolisian,"kata Prof Musafir.

Sementara Wakapolres Gowa Kompol Fajri mengatakan, hingga saat ini dua mahasiswa dari kedua fakultas tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Dua orang telah kami tetapkan sebagai tersangka dengan ancaman pidana 5 tahun penjara,"kata Kompol Fajri.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan masih memintai keterangan sejumlah saksi dan kemungkinan bertambahnya tersangka masih sangat mungkin terjadi.

"Kita juga berterima kasih kepada pihak UIN Alauddin Makassar karena telah memenuhi permintaan kami agar mahasiswa UIN diliburkan dulu untuk proses penyidikan di lapangan. Sekaligus untuk menghindari kejadian yang lebih besar,"tambah Kompol Fajri.

Hingga saat ini, sejumlah Polisi masih terlihat berjaga di dekat FDK dan FSH. Bahkan digerbang masuk kampus, dijaga ketat oleh sekuriti dan yang tidak berkepentingan dilarang memasuki area kampus. (*)

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved