Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Keluhkan Pelayanan Disdukcapil Maros

Warga mengurus KTP lantaran ingin menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2019.

Penulis: Ansar | Editor: Mahyuddin
ANSAR/TRIBUNMAROS.COM
Kantor Dinas Kependukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Maros dipadati warga beberapa hari terakhir. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansat Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Kantor Dinas Kependukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Maros dipadati warga beberapa hari terakhir.

Warga yang datang mengurus KTP Elektronik harus mengantre panjang, Senin (22/10/2018).

Warga mengurus KTP lantaran ingin menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2019.

Hanya saja, warga mengeluhkan antrean panjang tersebut.

Seperti yang dialami oleh warga Kecamatan Bontoa, Rusman.

Baca: Percepat Perekaman KTP-El, Disdukcapil Bone Buka Layanan Sabtu-Minggu

Ia harus bolak balik dari kantor kecamatan ke Disdukcapil demi mendapatkan KTP.

Usahanya untuk perekaman tidak berjalan lancar.

Sudah tiga hari, Rusman ke kantor Disdukcapil, namun perekamannya tidak pernah selesai.

Petugas Disdukcapil membatasi jumlah perekaman.

"Sudah tiga hari saya urus KTP, tapi selalu kehabisan nomor antrean. Saya urus KTP untuk digunakan saat Pemilu. Tapi, ternyata kami dipersulit juga," katanya.

Kinerja petugas Disdukcapil dinilai sangat lamban saat melayani warga.

Akibatnya, warga harus mengeluarkan uang dengan jumlah banyak.

Baca: Tingkatkan Layanan, Dinsos Maros Siagakan Ambulans Gratis

Selain ongkos kendaraan, warga juga mengeluarkan uang untuk makan selama berada di kantor Disdukcapil. Namun hasilnya, nihil.

"Memang pengurusan KTP gratis. Tapi uang yang kami keluarkan sudah ratusan ribu. Itu untuk ongkos ke Disdukcapil dan uang makan. Uang kami malah habis banyak," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved