Tokoh NU dan Muhammadiyah Bahas Surat Edaran Hindari Syirik Wagub Sulsel
Hadir juga sebagai penanggap yakni Prof Dr Ahmad Sewang, IMMIM, Sekretaris MUI Sulsel Prof Dr Ghalib, Prof Dr Nasir Mahmud
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kampus UINAM, Samata, Kabupaten Gowa, Senin (22/10/2018).
Hadir dalam diskusi ini yakni para perwakilan ormas Islam Sulsel yakni NU, Muhammadiyah, PUIB, Dewan masjid (DMI) FPI SulSel, Muslimat NU, PW Aisyiyah SulSel, KPPSI, Pemuda Muhammadiyah, BKPRMI, pesantren Istiqamah,dan lainnya.
"Diskusi ini untuk merespon dan mendukung surat Himbauan Pemda Sulsel, perlunya menghindari kegiatan yang berpotensi kemusyrikan, maksiat agar terhindar dari bencana alam," kata Dekan FDK UINAM, Prof Abdul Rasyid Masri.
Ia mengatakan semua perwakilan Ormas setuju tapi ada saran dan pendapat yang beragam.
Hadir juga sebagai penanggap yakni Prof Dr Ahmad Sewang, IMMIM, Sekretaris MUI Sulsel Prof Dr Ghalib, Prof Dr Nasir Mahmud akademisi, cendikiawan NU Prof DR Hasyim Aidid MA.
Dari pertemuan ini menyimpulkan:
1. Mendukung sepenuhnya surat wakil gubernur
2. Diminta ormas Islam dan pondok pesantren segera melakukan lokakarya
3. MUI diminta untuk rutin melakukan pertemuan dengan tokoh umat Islam.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengeluarkan surat edaran kepada OPD.
Dalam surat ini menghimbau untuk tidak memasukkan acara yang berbau syirik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dakwag_20181022_204619.jpg)