Psikolog Unibos Beri Pendampingan Guru PAUD Sulteng

Pendampingan 43 guru PAUD ini terdiri dari 27 sekolah TK atau PAUD yang berasal dari tiga kabupaten yang terdampak bencana

Psikolog Unibos Beri Pendampingan Guru PAUD Sulteng
munawwarah/tribuntimur.com
Tim psikolog Universitas Bosowa (Unibos) Makassar bersama tim kemanusiaan dan relawan Bosowa peduli, masih berada di Palu Sulawesi Tengah, Senin (22/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Tim psikolog Universitas Bosowa (Unibos) Makassar bersama tim kemanusiaan dan relawan Bosowa peduli, masih berada di Palu Sulawesi Tengah, Senin (22/10/2018).

Salah satu dosen psikolog Unibos yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut adalah Patmawaty Taibe. Ia bergabung dalam Tim Psikososial Bosowa Peduli dan berikan pendampingan psikososial kepada 43 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Pendampingan ini dilakukan dengan bekerjasama Mitra Edukasi dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Palu,"kata Dian Humas Unibos yang sata ini berada di Palu.

Pendampingan 43 guru PAUD ini terdiri dari 27 sekolah TK atau PAUD yang berasal dari tiga kabupaten yang terdampak bencana gempa bumi, tsunami, tanah longsor dan likuifaksi termasuk Kabupaten Sigi, Donggala dan Palu.

Eva sapaan dosen Unibos, memberikan pemetaan kebutuhan pendampingan psikososial pada anak usia dini dan teknik-teknik dasar pendampingan Physicology First Aid (PFA).

"Rata-rata kebutuhan guru PAUD di Sulteng ini masih minim terhadap pemahaman pendampingan psikososial pada korban bencana alam khususnya anak usia dini. Sehingga diperlukan peningkatan kapasitas dalam bentuk pendampingan secara berkelanjutan", kata Dosen Unibos yang kini menjalani program doktoral di Cina.

Selanjutnya Manager Bosowa Peduli, Marini menuturkan keberlanjutan pendampingan psikososial untuk anak usia dini korban bencana alam akan berlangsung selama dua bulan.

"Selanjutnya setelah pendampingan psikososial dilakukan, Bosowa Peduli akan bekerjasama dengan salah satu sekolah swasta di Palu untuk mendirikan sekolah darurat dan tempat itu akan menjadi tempat pelatihan bagi para guru dan juga akan menjadi tempat belajar mengajar sementara untuk pembinaan bagi anak-anak. Program ini direncanakan akan berlanjut hingga enam bulan sampai satu tahun kedepan,"kata Marini yang juga merupakan Dosen Sosiologi Unibos.

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved