Gempa Palu Donggala

Update Gempa Palu: 2.113 Korban Meninggal, 1.309 Orang Belum Ditemukan

Percepatan pemulihan dampak bencana terus dintensifkan, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Update Gempa Palu: 2.113 Korban Meninggal, 1.309 Orang Belum Ditemukan
HANDOVER
Tim SAR gabungan kembali menemukan tujuh korban akibat gempa bumi dan tsunami di wilayah Sulawesi Tengah. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN - TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, penanganan darurat dampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah terus dilakukan hingga saat ini.

Percepatan pemulihan dampak bencana terus dintensifkan, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pelayanan medis, perbaikan infrastruktur dasar, dan normalisasi kehidupan masyarakat.

"Masa tanggap darurat bencana masih diberlakukan hingga 26/10/2018," kata Sutopo dalam rilinya, Sabtu (20/10/2018).

Beberapa fasilitas publik seperti listrik dan komunikasi sebagian besar sudah pulih kembali di daerah terdampak bencana.

Baca: Kampung Gusdurian Hadir di Desa Sidera Sigi, untuk Korban Gempa dan Tsunami

Pemulihan BTS untuk komunikasi dari total 3.519 BTS, mencapai 96,1 persen.

Jaringan Telkomsel telah pulih 100 persen. Begitu juga dengan pasokan listrik.

Lalu tujuh gardu induk, 2.086 gardu distribusi dan 45 unit penyulang serta 70 dari 77 unit genset telah dioperasikan. Pelayanan listrik total mencapai 95 persen.

"Beberapa daerah memang aliran listrik belum berfungsi di Kabupaten Donggala seperti di sebagian Kecamatan Sindue, Balaesang Tanjung dan Sirenja sehingga perlu dioperasikan genset dan pemasangan instalasi listrik di lokasi pengungsi," sebutnya.

Menurut Sutopo sebanyak 25 SPBU telah beroperasi di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, yang dibantu dengan 13 unit mobil tangki dengan dispenser, serta distribusi melalu 40 truk tangki BBM dengan mengerahkan 132 relawan operator SPBU.

Kondisi perekonomian juga disebut berangsur-angsur normal kembali. Sebanyak 25 pasar daerah, 3 pasar tradisional, 3 pasar swalayan, dan 17 perbangkan telah kembali beroperasi.

Baca: Evaluasi Distribusi Logistik, Panglima TNI dan Kapolri Temui Korban Gempa di Palu

Sekolah darurat telah dijalankan meski masih ada kekurangan tenda darurat dan sarana prasarana pendidikan dan belum semua siswa masuk sekolah.

Pembersihan puing-puing bangunan terus dilakukan oleh petugas gabungan bersama relawan.

Sebanyak 251 unit alat berat dikerahkan untuk pembersihan lingkungan dan lainnya, baik alat berat yang di bawah kendali TNI sebanyak 64 unit maupun di bawah kendali Kementerian PU PR sebanyak 187 unit.

Sementara itu 14.604 personel gabungan dari TNI, Polri, sipil dan relawan dikerahkan untuk penanganan darurat hingga saat ini.

"Meskipun evakuasi korban sudah dihentikan secara resmi sejak 12/10/2018, namun hampir setiap hari korban ditemukan oleh petugas dan relawan saat melakukan pembersihan reruntuhan dan puing-puing bangunan atau lingkungan di daerah terdampak bencana," sebutnya.

Baca: Update Gempa Palu: Ini Jumlah Pengungsi yang Tersisa di Asrama Haji Sudiang

Berdasar data BNPB hingga Sabtu (20/10/2018), dampak bencana di Sulteng tercatat 2.113 orang meninggal dunia, sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan sebanyak 223.751 orang mengungsi di 122 titik.

Sebaran 2.113 orang korban meninggal dunia adalah Kota Palu 1.703 orang, Donggala 171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang.

Semua korban meninggal dunia telah dimakamkan, baik pemakaman massal maupun pemakanan keluarga.

Dari 2.113 orang korban meninggal dunia, sudah termasuk 1 orang warga Korea Selatan yang meninggal dunia di reruntuhan Hotel Roa-Roa Kota Palu. (san)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved