Gempa Palu Donggala

Sekolah di Maros Terima Anak Korban Gempa, Disdik: Tidak Boleh Dipersulit

Dinas Pendidikan (Disdik) menginstruksikan kepada pihak sekolah untuk menerima semua siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya di Maros.

Sekolah di Maros Terima Anak Korban Gempa, Disdik: Tidak Boleh Dipersulit
HANDOVER
Disdik Kabupaten Maros bagi-bagi seragam sekolah kepada anak korban bencana gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah yang mengungsi. Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Disdik Maros. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Korban gempa Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, yang mengungsi di Maros, dibolehkan melanjutkan pendidikan di sekolah yang ada di 14 kecamatan.

Dinas Pendidikan (Disdik) menginstruksikan kepada pihak sekolah untuk menerima semua siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya di Maros.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan Maros Arman Arsyad usai membagikan seragam sekolah ke korban gempa di kantornya, Kamis (18/10/2018).

Dia menyebutkan, anak-anak tersebut tidak boleh berhenti bersekolah hingga cita-cita tercapai.

Pihak sekolah juga diminta untuk tidak mempersulit.

Baca: Disdik Maros Bagi-bagi Seragam Sekolah ke Pengungsi Gempa Sulteng

"Kami imbau ke sekolah yang berada dibawah naungan Diknas Maros, supaya menerima semua anak usia sekolah. Jangan ada yang mempersulit dengan berbagai persyaratan," katanya.

Jika ada pihak sekolah yang kedapatan mempersulit, maka akan diberikan teguran.

Semua pihak, harus terlibat membantu korban gempa yang melanjutkan pendidikannya.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Maros Abdul Muis mengatakan, untuk sementara jumlah korban gempa yang bersekolah di Maros mencapai 65 anak.

Namun jumlah tersebut masih bisa berubah.

Pasalnya, masih ada beberapa sekolah yang sementara melakukan pendataan siswa korban gempa.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved