Desak Penuntasan Kasus Utang Piutang Pemkab Mamuju, HMI Manakarra Unjuk Rasa di Kantor Kejari

Mendesak Kejari Mamuju dan Polda Sulbar segera tuntaskan kasus utang piutang yang terjadi lingkungan Pemerintah Daerah Mamuju.

Desak Penuntasan Kasus Utang Piutang Pemkab Mamuju, HMI Manakarra Unjuk Rasa di Kantor Kejari
HANDOVER
Puluhan kader Himpinan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra, berunjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju, Jl. Ks Tubun, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Selasa (16/10/2018). Adapun tuntutan mereka, yakni mendesak Kejari Mamuju dan Polda Sulbar segera tuntaskan kasus utang piutang yang terjadi lingkungan Pemerintah Daerah Mamuju.

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Puluhan kader Himpinan Mahasiswa Islam (HmI) Cabang Manakarra, berunjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju, Jl. Ks Tubun, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Selasa (16/10/2018).

Unjuk rasa dipimpin oleh Ketua HmI Cabang Manakarra, Sopliadi dan koordinator lapangan (Korlap) Arman dengan jumlah massa sekitar 40 orang.

Adapun tuntutan mereka, yakni mendesak Kejari Mamuju dan Polda Sulbar segera tuntaskan kasus utang piutang yang terjadi lingkungan Pemerintah Daerah Mamuju.

Selain itu, juga mendesak Kejari Mamuju dan Kapolda Sulbar, segera proses semua yang terlibat dalam kasus utang piutang Pemkab Mamuju dan meminta Kejari Mamuju dan atau Polda Sulbar, dalam setiap penanganan kasus untuk tidak tebang pilih.

Pantauan TribunSulbar.cok, para pengunjukrasa secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka membawa spanduk berisi tuntutan mereka "equality before the law, tuntaskan dugaan kasus utang piutang Kab. Mamuju" dan dibentangkan di depan kantor Kejari Mamuju.

Selain itu, mereka juga membawa pamplet bertuliskan "Kejari dan Kapolda jangan mundur" dalam menuntaskan kasus utang piutang Pemkab Mamuju.

Salah seorang Jaksa Nur Alim yang menerima pengunjukrasa, mengatakan, kasus ini sudah berjalan dn sudah sampai pada tahap penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik.

"Yang terpenting kasus itu sudah di tahap duakan dari penyidik polda terus dilimpahkan ke kejaksaan. Kami melakukan penahanan berdaskarkan kuhap dan saya berjanji akan melimpahkan kasus ini ke pengadilan tidak kurung 20 hari,"ujarnya.

Kata dia, pihaknya tidak akan menyampaikan tekhnis yuridis karena pihaknya dibatasi oleh undang-undang.

Jaksa lain, Abdul Bahtiar yang ikut menerima pengunjukrasa menututkan, kasus perkara ini untuk yang menyeret tersangka mantan bendahara Setda Mamuju, Abdul Gafur tidak lama lagi akan dilimpahkan ke pengadilan. (*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved