Peralatan Seadanya, Operasi Fraktur Pertama Pasca Gempa di RS Palu Dipimpin Prof Idrus Paturusi

Peralatan Seadanya, Operasi Fraktur Pertama Pasca Gempa di RS Palu Dipimpin Prof Idrus Paturusi

Peralatan Seadanya, Operasi Fraktur Pertama Pasca Gempa di RS Palu Dipimpin Prof Idrus Paturusi
Peralatan Seadanya, Operasi Fraktur Pertama Pasca Gempa di RS Undata Palu Dipimpin Prof Idrus Paturusi 

Citizen Report, Dr Wachyudi Muchsin SH Humas IDI Kota Makassar melaporkan dari Palu

TRIBUN-TIMUR.COM, PALU - Gempa bermagnitudo 7,4 dan tsunami dengan ketinggian 1,5 meter meluluhlantakkan Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat (29/9/2018).

Sehari setelah gempa, Sabtu, (30/9/2019), Tim gabungan dari Public Savety Center (PSC) 119 RS Wahidin dan Sulawesi Selatan, IDI Makassar, dan FK UNHAS serta Persatuan Bedah Orthopedi Indonesia (PABOI) telah melakukan operasi fraktur di RS Undata Palu.

Dr. Muhammad Sakti Sp.OT, koordinator PABOI menyebutkan bahwa tim gabungan telah tiba sejak sehari setelah gempa dipimpin langsung Prof Idrus Paturusi 

“Kami langsung survei pasien-pasien yang butuh segera tindakan operasi dan kamar operasi yang bisa dipakai. Kondisi kamar operasi memprihatinkan terutama karena masalah listrik, dan bahan bakar, jadi kami mencoba mengaktifkan kamar operasi dengan menggunakan genset seadaanya,” kata dr. Sakti.

Sakti menegaskan bahwa pasien-pasien butuh segera operasi. Bila tidak akan menyebabkan sepsis dan syok hipovolemik dan berujung kematian pasien.

“Hari pertama hingga saat ini tim dokter berhasil mengoperasi pasien dengan alat seadanya dan monitor anastesi," imbuhnya. 

Kondisi pasien beragam. Ada pasien dengan fracture terbuka, dislokasi, yang membutuhkan debridemant, amputasi dan external fixasi. Ada pula pasien yang akan melahirkan dengan operasi sectio.

Hingga siang tadi, tim medis gabungan sudah mengoperasi lagi 47 pasie.

Adapun untuk pasien yang dirawat, banyak yang mengalami dehidrasi karena kepanasan karena listrik masih terbatas hanya mengandalkan genset yang juga difasilitasi dari sumbangan Tonasa. Beberapa pasien dirawat pula di bawah pohon.

"Alhamdulillah semua pasien di rumah sakit daerah undata beserta pasien rujukan nya sdh di operasi semua, berkat bantuan dari semua pihak (tim relawan medis makassar, IDI makassar, UNHAS, wahidin, PABOI , Lion Club , Rumah sakit umum wisata UIT dll)," kata Sakti.

"Pasien yang tidak bisa dilakukan operasi perlu perlakuan khusus sudah dirujuk semua ke Makassar. Mungkin sebentar lagi akan kembali ke Makassar untuk membantu teman kami menangani sekitar 300 pasien yang di rujuk dari Palu," jelasnya. (*)

Dr Wachyudi Muchsin
Dr Wachyudi Muchsin ()
Editor: Sakinah Sudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved