Fans PSM di Pangkep Setuju Penghentian Sementara Liga 1
Fanatisme terhadap dukungan harus dalam batas-batas sportivitas karena pada prinsipnya ingin memajukan sepakbola.
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Hasriyani Latif
Laporan Wartawan TribunPangkep.com, Munjiyah Dirga Ghazali
TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Fans PSM di Pangkep, dr Annas Ahmad setuju dengan penghentian sementara Liga 1 akibat kasus kematian suporter Persija yang dikeroyok oknum Bobotoh.
"Setuju, ini untuk menghargai sebuah nyawa yang melayang akibat ulah beberapa suporter yang tidak beradab. Harusnya kita semua instrospeksi diri membela dan mengelu-elukan dukungan dalam sepakbola bukan berarti harus dengan kekerasan," katanya di Pangkajene, Rabu (26/9/2018).
Menurutnya, fanatisme terhadap dukungan harus dalam batas-batas sportivitas karena pada prinsipnya ingin memajukan sepakbola Indonesia.
Baca: H-2 Laga Lawan Mitra Kukar, 20 Pemain PSM Berharap Liga 1 Lanjut
Baca: Menpora Hentikan Liga 1, Begini Reaksi Red Gank Zona Sidrap
"Gugurnya suporter Persija akibat kekerasan oleh suporter yang lain adalah gambaran betapa masih buruknya sistem pembinaan sepak bola di negeri kita," ungkap direktur RSUD Pangkep ini.
Annas menyebut, sebagai suporter mereka menampilkan kreasi-kreasi seni dalam menyemangati tim yang sedang berlaga, agar lebih bersemangat dalam bermain dan memenangkan pertandingan.
"Penghentian ini akan merugikan beberapa klub, kita harus introspeksi diri kalau masih ada hal yang belum benar terjadi dalam industri sepakbola Indonesia," jelasnya.
Fans PSM ini memberi contoh fanatisme para suporter PSM saat ini, yang kuat dengan tetap menjaga persahabatan dengan suporter lawan, baik pada saat kandang maupun tandang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/fans-psm-di-pangkep-dr-annas-ahmad-yang-juga-direktur-rsud-pangkep_20180926_114714.jpg)