Usai Diperiksa Bawaslu Sulsel, Taufan Pawe Marahi Wartawan
Taufan Pawe beberapa kali menghadiri sidang terkait dugaan politik uang secara terstruktur, massif dan sistematis di Kantor Bawaslu Sulsel.
Penulis: Abdul Azis | Editor: Mahyuddin
Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan memeriksa lagi Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe.
Pemeriksaan itu berlangsung di Kantor Bawaslu Sulsel, Jl AP Pettarani, Makassar, Senin (24/9/2018).
Kali ini, Taufan diperiksa atas dugaan pelanggaran dana kampanye pada Pilwali Parepare.
PKPU Nomor 5 Tahun 2017 itu mengantur batas dana kampanye.
Pasal 7 ayat 2 berbunyi, dana kampanye yang berasal dari sumbangan pihak lain, perseorangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat (3) huruf a, nilainya paling banyak Rp 75.000.000 juta selama masa kampanye.
Baca: Gubernur Sulsel Terancam Dipidana Jika Lantik Wali Kota Palopo Terpilih, Begini Masalahnya
Sebelumnya, Taufan Pawe beberapa kali menghadiri sidang terkait dugaan politik uang secara terstruktur, massif dan sistematis di Kantor Bawaslu Sulsel.
Terkait dana kampanye di atas, Bawaslu Provinsi Sulsel memeriksa Taufan Pawe atas laporan Ketua Tim Pemenangan Faisal Andi Sapada-Asriady Samad (FAS-AS), Yasser Latief.
Usai diperiksa penyidik, sekitar pukul 15.07 wita, Taufan meninggalkan ruang pemeriksaan di lantai satu.
Namun ada suasan yang tidak bisa terjadi. Taufan Pawe marah-marah kepada salah satu wartawan cetak di Makassar.
Taufan marah-marah karena wartawan tersebut mengambil gambarnya saat akan meninggalkan ruang pemeriksaan.
"Sayakan bilang jangan ambil gambar," kata Taufan, sambil mondar-mandir di lobi Bawaslu Sulsel.
Di depan pintu masuk Kantor Bawaslu Sulsel, Taufan lalu mengambil handphone di saku celananya lalu menghubungi salah satu bos wartawan itu.
Taufan saat itu juga mengatakan akan melaporkan wartawan itu ke bosnya.
Baca: Bawaslu Sulsel Periksa Taufan Pawe
Setelah Taufan Pawe meninggalkan Kantor Bawaslu Sulsel, salah seorang ibu-ibu turut membuat awak media naik darah karena melontarkan kata-kata tidak sepantasnya ia ucapkan kepada wartawan yang sedang bekerja.