Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tradisi Mendorong Kapal Pinisi di Pantai Tana Beru Bulukumba

Prosesi menarik kapal menuju perairan pantai yang dibuat oleh warga setempat disebut "Anyorong Lopi" atau mendorong perahu

Tayang:
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Ridwan Putra
handover
Prosesi menarik kapal menuju perairan pantai yang dibuat oleh warga setempat disebut "Anyorong Lopi" atau mendorong perahu yang dilakukan secara manual oleh warga di Tana Beru, kabupaten Bulukumba, Sulsel 

KABUPATEN Bulukumba, salah satu daerah yang memiliki kekayaan bahari di Sulsel ini sudah dikenal sebagai sentra pembuatan kapal nusantara. Keahlian warganya dalam membuat kapal telah diakui dunia.

Terbukti dengan ditetapkannya seni pembuatan kapal Pinisi sebagai warisan dunia oleh lembaga dunia UNESCO.

Di Bulukumba, pusat pembuatan kapal Pinisi dan jenis kapal kayu lainnya berada di Tana Beru, Kecamatan Bonto Bahari, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Bulukumba. Kelurahan di Bontobahari ini dapat ditempuh kendaraan dengan waktu sekitar 30 menit saja.

Lokasi pembuatan kapal Pinisi di Bumi Panrita Lopi, julukan Bulukumba, pun menjadi salah satu destinasi wisata yang selalu menarik kunjungan wisatawan.

Prosesi menarik kapal menuju perairan pantai yang dibuat oleh warga setempat disebut
Prosesi menarik kapal menuju perairan pantai yang dibuat oleh warga setempat disebut "Anyorong Lopi" atau mendorong perahu yang dilakukan secara manual oleh warga di Tana Beru, kabupaten Bulukumba, Sulsel (handover)

Seni pembuatan perahu berciri khas dua tiang itu memang terbilang unik karena dalam pembuatannya ternyata tak ada gambar ataupun sketsa yang diikuti. Namun, pemesan dibebaskan untuk memilih berapa panjang dan lebar kapal yang diinginkan.

Bukan hanya proses pembuatannya yang unik, namun prosesi peluncuran kapal tersebut ke laut pun demikian.

Prosesi menarik kapal menuju perairan pantai yang dibuat oleh warga setempat disebut "Anyorong Lopi" atau mendorong kapal yang dilakukan secara manual. Tradisi tersebut masih dipertahankan oleh masyarakat setempat dan dilakukan secara gotong-royong.

Setiap tahun, “Anyorong Lopi” digelar dalam Festival Pinisi, salah satu event wisata yang masuk dalam 100 Wonderfull Event Indonesia.

Dalam prosesi itu, ratusan orang bersama-sama mendorong dan menarik kapal dari daratan pantai ke permukaan laut. Kegiatan itu kerap menelan waktu berjam-jam.

Sebelum menarik kapal dimulai, terlebih dahulu dilakukan ritual adat dimana Panrita alias ahli pembuat Pinisi memulai komando dengan membaca Salawat nabi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved