Kades dan Sales Hotel Masuk TP2D Pemprov Sulsel, Ini Sorotan PBHI

Mualimumsyah menambahkan, tim T2PD yang dibentuk gubernur diharapkan dapat memformulasikan sebuah kebijakan

Kades dan Sales Hotel Masuk TP2D Pemprov Sulsel, Ini Sorotan PBHI
abdul azis/tribun-timur.com
Kepala Divisi (Kadiv) Kampanye dan Perluasan Jaringan PBHI Wilayah Sulsel, Mualimunsyah 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Divisi (Kadiv) Kampanye dan Perluasan Jaringan PBHI Wilayah Sulsel, Mualimunsyah, menilai pembentukan tim percepatan pembangunan daerah (TP2D) Pemprov Sulsel membuktikan Prof Andalan tidal cukup siap mengelola Sulsel.

Mualimumsyah menambahkan, tim T2PD yang dibentuk gubernur diharapkan dapat memformulasikan sebuah kebijakan dengan inovasi dan karya nyata. Bukan hanya dengan alasan hasil evaluasi kemudian mendudukkan pejabat tertentu.

"Misalnya dengan urutan 17, keahlian pertanian, namun yang dipasang disitu adalah sarjana teknik yang tidak ngerti soal pertanian. Padahal ini sektor yang cukup penting sebab berhubungan langsung dengan hak dasar masyarakat yang harus ditangani secara serius," ungkap Mualimumsyah.

"Jangan hanya karena kedekatan atau karena keluarga, tega mengorbankan kepentingan orang banyak. Seperti urutan 13 atas nama Andi Rasdi Sumange, keahliannya di pemerintahan apa?" tambahnya.

Bahkan Mualimumsyah menduga Rasdi Sumamge adalah kerabat dekat Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang masih berstatus sebagai kepala desa di Bone.

"Kemudian di urutan 23, atas nama Nikita Andilolo keahlian media. Padahal Nikita adalah sales salah satu hotel di Makassar," katanya.

"Kami percaya bahwa tujuan dibentuknya tim TP2D itu baik, namun perlu diingat bahwa biarpun tujuannya mulia, namun prosesnya tidak tepat, maka dikhawatirkan hasilnyapun tidak sesuai yang diharapkan rakyat," jelasnya.

Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved