Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bank Indonesia Optimis Neraca Perdagangan Membaik

Angka tersebut memang mengecil, tetapi, data ekspor tidak menunjukkan angka menggembirakan.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Mahyuddin
fadli/tribuntimur.com
Badan Supervisi Bank Indonesia (SBSI) bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin menggelar Seminar Nasional dengan tema Peran dan Tata Kelola Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Pengembangan Ekonomi Daerah. Seminar digelar di Aula FEB Unhas Jl Perintis Kemerdekaan Makassar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mecatat, Neraca Dagang Sulsel selama Agustus 2018 kembali defisit sebesar US$ 6,74 juta.

Angka tersebut memang mengecil, tetapi, data ekspor tidak menunjukkan angka menggembirakan.

Berdasarkan data BPS, ekspor di Agustus tercatat US$ 99,56 juta atau Rp 1,479 triliun. Angka ini turun 10,96 persen dibanding Juli 2018.

Sementara dibanding Agustus 2017 naik 17,77 persen.

Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KP) Sulsel, Dwityapoetra Soeyasa Besar menilai, untuk mengatasi masalah defisit neraca perdagangan pemerintah perlu meningkatkan nilai ekspor.

Apalagi dengan terdepresiasinya rupiah saat ini menjadi kesempatan baik untuk mendorong ekspor.

Baca: Pengembangan Ekonomi Syariah di Sulsel Belum Maksimal, Bank Indonesia Gelar PES di MaRI

"Ini tentu sejalan dengan masih kuatnya kegiatan industri dan properti di Sulsel. Semoga kinerja neraca perdagangan semakin membaik dengan adanya langkah Pemerintah untuk mendorong ekspor dan mengendalikan impor," kata Poetra, Rabu (19/9/2018).

Kebijakan pemerintah dalam menekan laju impor pun sebetulnya sudah dilakukan.

Hal ini dapat dilihat dari adanya penurunan defisit dibandingkan pada Juli 2018 lalu.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas, Prof Marzuki DEA menilai pemerintah sudah seharusnya berusaha membenahi struktur ekspor yang berasal dari hasil produk lokal sebagai hasil dari industri lokal.

Sehingga nilai tambahnya diperoleh oleh masyarakat Sulsel.

"Saya kira dengan kapasitasnya (Nurdin Abdullah) mungkin bisa saja, selama paradigma visi dan misi yang disusun dapat dilaksanakan," katanya. (aly)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved