Penyerangan Owner Perumahaan Puri Diva Istambul Diadukan ke Dubes Turki
Ilham merupakan warga berkebangsaan Turki sekaligus pengusaha properti atau owner pengembang perumahan Puri Diva Istambul di Jl Hertasning, Makassar.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Mahyuddin
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasan Basri
TRIBUN - TIMUR.COM, MAKASSAR - Ilhan Kayya (52), korban pembacokan di Perumahan Puri Diva Istanbul, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, masih terbaring di Rumah Sakit Grestelina, Jl Hertasning, Makassar, Minggu (16/09/2018).
Ilham merupakan warga berkebangsaan Turki sekaligus pengusaha properti atau owner pengembang perumahan Puri Diva Istambul di Jl Hertasning, Makassar.
Menurut istri korban Fatmawati, kejadian yang dialami suaminya sudah dilaporkan ke Polisi, termasuk diadukan ke Kedutaan Besar Tukri di Jakarta.
"Kalau ke dubes juga sudah. Saya hubungi langsung lewat telepon dan menyampaikan semua peristiwa ini, termasuk foto foto yang dialami suami saya aku kirim," ujarnya.
Baca: Istri Sedang Luluran, Bos Perumahan Elite di Gowa Dikeroyok Delapan Preman
Fatma mengatakan sudah mendapat respon dari kedutaan dan berjanji akan menindaklanjuti persoalan yang dialami suaminya selaku owner Perumahan Puri Diva Istanbul.
"Mereka langsung minta nomor dari pihak penyidik Kepolisian,karena langsung yang akan berkoordinasi dan saya sudah kirim,' tuturnya.
Ilhan diserang oleh sekelompok orang diduga preman bayaran di dalam rumahnya sekitar pukul 08.00 Wita pagi. Jumlahnya sekitar sembilan orang, dua diantaranya adalah perempuan.
Istri korban mengatakan
suaminya menderita luka cukup serius, terutama pada bagian kepala karena terkena luka bacokan pancul milik pelaku.
Kepala korban harus mendapat beberapa jahitan dari dokter. Selain itu pada bagian kepada dan jidat terkena luka sabetan parang sehingga daun telinga nyaris putus.
"Masih di rawat pak. Lukanya paling parah dibagian kepala," sebutnya.
Baca: Dikeroyok Preman, Owner Perumahan Puri Diva Istanbul Masih Terbaring di Rumah Sakit
Pantaun Tribun, korban dirawat di lantai V perawatan Tulip Rumah Sakit Grestelina.
Di ruang perawatan korban tidak sembarang orang masuk . Setiap pengunjung yang datang membesuk dan mengaku keluarga harus menghubungi dulu pihak keluarga.
Seperti saat tribun menemui keluarga di rumah sakit. Pihak rumah sakit merahasiakan ruangan perawatan korban sebelum ada konfirmasi resmi dari keluarga korban. " Ini sudah pesan dari keluarga korban pak," tuturnya.
Selain itu, keluaga korban juga mengaku telah meminta bantuan pengamanan dari pihak Kepolisian suaminya selama dirawat di rumah sakit untuk mengantisipasi adanya tindakan atau penyerangan susulan dari para pelaku. (san)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/penganiayaan_20170414_190312.jpg)