Relokasi Pedagang Pasar Sentral Harus Tuntas Tiga hari ke Depan
Sebagian pedagang Pasar Sentral yang masih berjualan di badan jalan menolak untuk direlokasi masuk ke New Makassar Mall
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Persoalan pedagang Pasar Sentral yang tak menemui kecocokan dengan PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) dan Pemerintah Kota Makassar terus berlanjut.
Sebagian pedagang Pasar Sentral yang masih berjualan di badan jalan menolak untuk direlokasi masuk ke New Makassar Mall, sementara awal September ini menjadi batas terakhir para pedagang mendirikan lods di jalan, mereka semua harus masuk ke dalam.
Meski demikian, hingga hari ini masih banyak pedagang yang bersikeras untuk bertahan. Tak adanya kecocokan harga dengan pengembang hingga hari ini membuat mereka enggan pindah, sementara Pemkot Makassar telah menegaskan para pedagang harus pindah terlebih dahulu, persoalan harga dibahas kemudian.
Plt Sekda Kota Makassar, Naisyah T Azikin mengatakan, posisi Pemkot saat ini adalah ingin mengembalikan fungsi jalan yang selama ini digunakan oleh para pedagang pasca-kebakaran besar beberapa tahun silam.
“Proses ini sudah berjalan, yang dilakukan pemkot adalah ingin mengembalikan fungsi jalan, sebagaimana kita ketahui bahwa badan jalan selama ini dipergunakan untuk para korban kebakaran, dan SK wali kota sudah dicabut, sehingga fungsi jalan harus dikembalikan untuk dimanfaatkan masyarakay umum, caranya mengembalikan pedagang ke lods yang sudah disiapkan," kata Naisyah saat memantau proses relokasi, Senin (3/8/2018).
Lanjut Naisyah, sebelumnya juga telah ada kesepakatan antar pedagang dan pengembang yang dimediasi oleh pemkot. Dalam kesepakatan itu, para pedagang dibiarkan masuk dan menempati lods tanpa membayar selama enam bulan ke depan.
“Kebijakan yang dilakukan pengembang dan pemerintah adalah, mereka diizinkan menempati lods masing-masing yang sudah bersertipikat. Selama enam bulan diberi kesempatan menempati tanpa sewa. Diharapkan dalam enam bulan mereka menyelesaikan semua permasalahan berhubungan dengan masalah harga, akad kredit, dan pelunasan, itu urusan mereka dengan pengembang, urusan kita mereka harus kosongkan badan jalan,” tegasnya.
“Soal harga yang dipermasalahkan pedagang, kami tak campuri, itu urusan dengan pengembang. Yang kami lakukan adalah mengembalikan fungsi jalan. Soal harga kan sudah ada MoU-nya dengan pengembang,” sambung dia.
Dia berharap relokasi dapat tuntas hingga tiga hari ke depan.
“Mulai hari ini sampai tiga hari diharapkan tuntas. Kami tak harapkan buntu, karena dari data banyak pedagang yang sudah mengambil kunci. Banyak yang sudah kosong, ini memang perlu waktu. Kita terus melakukan inventarisasi, dari misalnya 560 pedagang resmi, berapa yang sudah ambil kunci, berapa yang sudah pindah. Kita inventaris terus sampai tuntas,” imbuhnya.
“Pemkot hanya menjalankan aturan, namun untuk melakukan itu kita butuh dukungan dan kerja sama teman-teman pedagang. Kita juga pikirkan kepentingan mereka, setelah mereka masuk, akses jalan. Terbuka, Insya Allah banyak pembeli datang,’ pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/makassar_20171128_110736.jpg)