Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nur Mutmainnah Terima Telepon Misterius Sebelum Meninggal, Terkait Pilwali Makassar?

Salahseorang kerabat dekat Inna, sapaan Nur Mutmainnah, yang minta namanya dirahasiakan, menceritakan kepada tribun-timur.com

Tayang:
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Imam Wahyudi
Nur Mutmainnah, komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar, Nur Mutmainnah, meninggal di kampungnya, Kecamatan Papango, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, Sabtu (25/8/2018) subuh.

Salahseorang kerabat dekat Inna, sapaan Nur Mutmainnah, yang minta namanya dirahasiakan, menceritakan kepada tribun-timur.com, sebelum jatuh sakit hingga meninggal, mantan aktivis PMII itu menerima telepon dari orang tidak dikenal yang mengabarkan kasus sengketa Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar 2018.

Pada Pilwali Makassar, Bawaslu Makassar menangani beberapa kasus sengketa antara pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, Danny Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti dan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi.

"Setelah menerima telepon dari seseorang, badannya langsung terasa kaku hingga suaminya harus mengangkatnya," kata sumber tersebut.

Inna pun mendapatkan perawatan intensif di dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Pusat Stroke Pemprov Sulsel dan Rumah Sakit Regional Wahidin Sudirohusodo.

Sejak itu, Inna harus dibantu jika akan beraktifitas.

Termasuk saat mengikuti tes Bawaslu Makassar.

Saat pelantikan anggota Bawaslu Makassar, Inna harus memakai kursi roda.

Hingga kini, orang yang menelepon Inna masih misterius.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved