Kemarau, Stok Air PDAM Maros Diprediksi Habis Bulan Depan

Kondisi krisis air bersih akan terjadi, lantaran musim kemarau diprediksi berlangsung hingga Desember mendatang.

Kemarau, Stok Air PDAM Maros Diprediksi Habis Bulan Depan
HANDOVER
Pegawai PDAM Maros, meninjau kondisi stok air di Bendungan Lekopancing, Tanralili, Maros

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Stok air bersih PDAM Maros diprediksi akan habis pada September mendatang.

Pasalnya, bendungan penampungan air PDAM Maros, mulai kering.

Saat ini, PDAM hanya mengandalkan air dari di bendungan Bantimurung.

Sementara, beberapa bagian Lekopancing, Tanralili, mulai mengering.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (Dirut PDAM) Maros, Abdul Baddar mengatakan, Kamis (23/8/2018), kondisi krisis air bersih akan terjadi, lantaran musim kemarau diprediksi berlangsung hingga Desember mendatang.

Baca: Kemarau, Warga Ampekale Maros Dapat Bantuan 230 Unit Penampungan Air

"Berdasarkan kondisi di lapangan, stok air bersih di Bantimurung dan Lekopancing hanya mampu menyuplai hingga September mendatang. Setelah itu, kami tidak tahu lagi bagaimana," kata Baddar.

Untuk sementara, stok air masih cukup digunakan oleh warga. Namun pada September, kemungkinan besar aliran air PDAM ke rumah warga berhenti total.

Maros terancam krisis air bersih selama dua bulan jika tidak hujan tidak terjadi.

Beberapa daerah mulai mengalami krisis air, diantaranya Maros Baru, Marusu dan Bontoa.

Baca: Krisis Air Bersih, Badan Geologi Survei Titik Air di Desa Ampekale Maros

"Untuk sementara, beberapa kecamatan, masih aman. Tapi sudah ada yang kesulitan mendapatkan air bersih sebulan terakhir, seperti di Bontoa, Maros Baru dan Marusu. Jika sampai September, tidak hujan, pasti terjadi krisis air," katanya.

Sekitar sebulan terakhir, debit air PDAM Maros mengalami penurunan drastis akibat musim kemarau.

Air yang mengalir ke rumah warga, juga tidak maksimal.

Baddar menjelaskan, untuk PDAM Bantimurung, hanya mampu menyupalai air sekitar 120 liter per detik. Sementara Lekopancing hanya 90 liter per detik.

Penulis: Ansar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved