Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rektor Unismuh Diundang Hadiri Forum Perdamaian Dunia

Kegiatan ini dilaksanakan Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP)

Penulis: Munawwarah Ahmad | Editor: Mahyuddin
HANDOVER
Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim,SE,MM foto bersama dengan peserta WPF di Jakarta 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, menjadi satu dari 60 tokoh perdamaian global yang menghadiri the7th” World Peace Forum (WPF) di Jakarta, Selasa-Kamis, 4-16 Agustus 2018. 

Kegiatan ini dilaksanakan Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) berkerja sama dengan Center for Dialog and Cooperation Among Civilization (CDCC) dan Chengho Multi Culture and Education Trust (CMCET).

Rektor Unismuh Makassar mendapat undangan khusus dari  Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP).

Baca: 49 Mahasiswa Teknik Industri Unismuh Luwuk Praktikum di FTI UMI

World Peace Forum yang digagas  CDCC dan  CMCET sejak 2006 merupakan forum silaturahmi dan silaturahmi dwi-tahunan bagi para pembuat  kebijakan, ulama,  intelektual,  tokoh dan  pegiat dari dari berbagai negara.

Selama kegiatan berlangsung peserta banyak mendapatkan materi tentang  jalan tengah menuju peradaban dunia baru.

World Feace Forum mengambil tema “ The Middle Path for the World Civilizationn”.

Tema ini dipandang tepat  untuk dipromosikan  kepada dunia  mengingat jalan  tengah merupakan  tradisi dan pengalaman Indonesia  dalam upayanya berkontribusi positif dalam memelihara perdamaian dunia.

'Selama beberapa hari kegiatan, materinya cukup padat. Dimulai membahas tentang jalan tengah dunia baru dalam perpektif agama, kemudian membahas tentang dunia baru dalam perspektif ideology nasional serta  dunia baru implementasinya dalam budaya," tutur Rahman, Kamis (16/8/2018).(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved