Vaksin MR Tak Bersertifikat Halal, Ini Sikap Guru SD Inpres Benteng II Selayar
Namun, sejumlah orangtua murid meragukan vaksinasi yang diberikan karena beredar informasi vaksin yang diberikan tidak halal.
Penulis: Nurwahidah | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan TribunSelayar.com, Nurwahidah
TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Pelaksanaan imunisasi vaksin Campak/Measles dan Rubella (MR) di sekolah-sekolah juga akan digelar di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Namun, sejumlah orangtua murid meragukan vaksinasi yang diberikan karena beredar informasi vaksin yang diberikan tidak halal.
Seperti diungkap salah satu guru SD Inpres Benteng II Selayar, Kecamatan Benteng, Jufriyadi.
Menurutnya, informasi terkait vaksin MR belum mengatongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), membuat beberapa orangtua siswa menolak pemberian vaksin bagi anak-anaknya yang akan dilaksanakan pada Kamis, 9 Agustus 2018.
"Secara pribadi dan teman-teman tentunya merasa khawatir terkait berita tersebut, karena ini menyangkut jiwa seseorang. Jika ada dampak negatifnya tentu pihak sekolah pasti dapat imbasnya," kata Jufriyadi melalui telepon kepada Tribunselayar.com, Jumat (3/2018).
"Kami tidak berani mengambil sikap yang bersifat memaksakan, dalam artian tidak mau mengambil resiko dengan penolakan tersebut, makanya surat persetujuan dari orangtua menjadi dasar yang sangat penting," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/benteng_20180803_210713.jpg)