Api Abadi Mrapen - 7 Putri Indonesia Hadir saat Pengambilan Api Asian Games 2018
Layak bangga karena api obor Asian Games 2018 diambil dari sumber api abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Grobogan.
Setelah itu, api diserahkan ke Semarang Hendrar Prihadi.
Api di tinderbox kembali diserahkan kepada Yustedjo Tarik untuk dibawa ke Prambanan.
Di Prambanan, api abadi Mrapen kemudian dipertemukan dengan api Asian Games dari India yang telah tiba terlebih dahulu di Yogyakarta.
Di Prambanan, kedua api akan disatukan sebagai tanda kesiapan Indonesia untuk menggelar Asian Games.
Api kemudian dikirab keliling Indonesia, mulai dari DIY menuju Stadion Sriwedari sebagai tempat bersejarah bagi olahraga Indonesia.
Stadion itu adalah tempat Pekan Olah Raga Nasional (PON) pertama kali digelar.
Dikirab ke sejumlah kota
Selanjutnya api dibawa menuju beberapa kota di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Papua, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Aceh, Sumatera Utara, Pekanbaru, Jambi dan Sumatera Selatan.
Sesampai di Kota Palembang, Sumatera Selatan, ada 4 hingga 5 kabupaten/kota yang akan dilalui oleh rombongan kirab api obor Asian Games 2018.
Dari Palembang, api dibawa menuju Bandar Lampung dan diseberangkan ke Pelabuhan Merak, Banten, Serang pada 9-10 Agustus.
Setelah keliling Serang, api langsung dibawa ke Purwakarta guna mengikuti Festival Citarum dan lanjut menuju Kota Bandung dengan finish di Gedung Sate.
Pada 17 Agustus, api akan dibawa ke Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu untuk ikut dalam upacara bendera HUT RI.
Dan, sorenya, api akan dibawa ke Istana Negara.
Prosesi serah terima api dari Presiden ke Ketua Panitia penyelenggara Asian Games (INASGOC) digelar pada saat upacara penurunan bendara pusaka di istana.
Pada 18 Agustus, api menginap di Balai Kota Jakarta, lalu akan dibawa oleh Torch Barrer bersama 2018 pelari lainnya menuju GBK.