Surat Utang Pelindo IV Senilai Rp 3 T Diterbitkan, Ini Kata Menteri Rini Soemarno
Optimistis penerbitan obligasi atau surat utang PT Pelindo IV akan mempercepat pembangunan konektivitas Kawasan Timur Indonesia.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno dalam catatan tertulis yang dibacakan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro optimistis penerbitan obligasi atau surat utang PT Pelindo IV akan mempercepat pembangunan konektivitas Kawasan Timur Indonesia.
Ini diutarakan Aloysius pada penerbitan Obligasi I PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) sebesar Rp 3 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/6/2018).
Menurutnya, pendanaan obligasi diperlukan oleh PT Pelindo IV untuk melanjutkan pembangunan berbagai project strategis yang telah mulai dilakukan sebelumnya di beberapa pelabuhan KTI, yaitu Makassar New Port, Bitung, Kendari New Port, dan Pantoloan-Palu.
"Menteri BUMN mengapresiasi langkah strategis PT Pelindo IV dalam upaya mencari sumber-sumber pembiayaan di luar APBN untuk menyelesaikan program strategis nasional tersebut," kata Aloysius melalui rilis Humas Pelindo IV, Kamis (5/7/2018).
Dengan demikian, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBN) dapat lebih difokuskan untuk membiayai program pemerintah lainnya yang berorientasi kepada kesejahteraan rakyat.
"Hal ini sesuai kebijakan Kementerian untuk mendorong BUMN lebih mandiri, transparan dan berorientasi kepada kepentingan Nasional," katanya.
Dirut Pelindo IV, Doso Agung menilai, meski merupakan aksi korporasi perdana, namun perseroan mencatat antusiasme para investor.
“Dari total Rp 3 Triliun obligasi yang dilepas pada penerbitan perdana tahun ini, antusiasme para investor sudah melebihi jumlah penawaran atau over-subscribed. Hal ini tentu sangat menggembirakan dan menunjukkan kepercayaan investor kepada PT Pelindo IV,” katanya
Doso Agung melihat selain obligasi, PT Pelindo IV juga memanfaatkan dana internal perusahaan untuk mengembangkan pelabuhan lainnya di wilayah pengelolaan perusahaan.
"Sehingga, konektivitas antarpelabuhan dapat segera diwujudkan dan disparitas harga di wilayah Indonesia Timur dapat diatasi," ujarnya.
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi emiten berkode PIKI adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia.
Dari catatan Perseroan, sejak Jumat (29 Juni 2018), Obligasi Pertama Pelindo IV senilai Rp 3 triliun sudah memasuki penawaran umum dan diterbitkan pada Semester I tahun ini.
Penerbitan Dibagi 3 Tenor
Penerbitan obligasi atau surat utang tersebut dibagi dalam 3 tenor, yakni Seri A untuk lima tahun, Seri B untuk tujuh tahun dan Seri C untuk sepuluh tahun. Obligasi ini akan memiliki bunga tetap dan bunga dibayarkan setiap triwulan dengan basis 30/360.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/menteri-bumn-rini-suwandi-dan-erwin-aksa_20180702_151510.jpg)