PLTB Sidrap Diresmikan Presiden, Menteri Rini: Ini Sidrap Lho, Terimah Kasih Pak Bupati!
Di bawah bayang-bayang kincir dan turbin, Rini kegirangan seraya menjerit, “Ini di Sidrap lho... Ini di Sidrap lho..., bukan di Eropa,
Penulis: Amiruddin | Editor: Mansur AM
TRIBUN-TIMUR.COM, SIDENRENG - Menteri BUMN Rini Soemarno seperti anak remaja, melonjak kegirangan saat menggapai puncak Bukit Pabberesseng di Desa Lainungan, Kecamatan Watan Pulu, Sidrap, Senin (2/7/2018) siang.
Di bawah bayang-bayang kincir dan turbin, Rini kegirangan seraya menjerit, “Ini di Sidrap lho... Ini di Sidrap lho..., bukan di Eropa, Terima Kasih Pak Bupati!”
Bupati Sidrap Rusdi Masse (RMS) tersenyum di samping Rini.
Baca: Dulu SBY Juga Nginap, Kini Presiden Jokowi Juga Bermalam di Wajo, Kenapa Harus di Sengkang?
Baca: Link Resmi Pengumuman SBMPTN Unhas, UGM, IPB, dan Lainnya, Begini Cara Cek Nama Kamu!
Baca: Hasil dan Cuplikan Gol, Tertinggal 2 Gol Duluan Belgia Singkirkan Jepang Menit 90
“Siap, Bu Menteri,” ujar RMS.
Sementara Menteri ESDM Ignasius Jonan terlihat lebih tenang menatap situasi.
Menteri Rini memang baru pertama kali berada di Bukit Pabberesseng.
Menteri Jonan sudah dua kali mendaki bukit itu.
Menteri Jonan hadir saat pemasangan tower turbin, pertengahasn 2017.
Dua menteri itu bercanda dengan RMS saat menanti kedatangan Presiden Joko Widodo.
Ketiganya naik bukit lebih awal setelah menyerahkan bantuan CSR ke warga Watan Pulu di kaki bukit, sekitar pukul 12.00 wita hingga pukul 14.00 wita.
“Tapi ini (PLTB) tak bisa ada kalau tanpa peran dari Pak Bupati (RMS),” ujar Jonan sambil tersenyum.
Rini mengangguk. “Bayangkan, Pak! PLTB ini hadir di Sidrap. Ini bukan di Eropa loh, Pak, ini di Sidrap,” ujar Rini.
Sejarah Kelistrikan di Sulsel
Sejarah baru kelistrikan Indonesia tercipta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto Ekspansi, dan PLTU Punagaya di Desa Lainungeng, Kecamatan Watang Sawitto, Sidrap, Senin (2/7/2018).
PLTB Sidrap adalah listrik pertama menggunakan tenaga angin di Indonesia.
Pengoperasian tiga pembangkit listrik itu membuat elektirifikasi Sulsel semakin kokoh, melampuai rasio nasional.
Jokowi menegaskan, elektifikasi Sulsel sudah mencapai 99 persen. Sedangkan rasio secara nasional baru di kisaran 96 persen.
Setelah meresmikan tiga pembangkit listrik, yang sebelumnya, menyerahkan 5.000 sertifikat tanah kepada warga dari 11 kabupaten/kota di Parepare,
Sidrap Kini Mirip Suasana di Belanda
Yang diresmikan presiden, kemarin, baru PLTB Sidrap I. Didampingi , Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Penjabat Gubernur Sulsel Sumarsono, dan Bupati Sidrap Rusdi Masse.
Jokowi menekan tombol sirene sekitar pukul 14.00 wita.
Penekanan tombol itu sekaligus peresmian PLTU Jeneponto Ekspansi milik PT Bosowa Corporindo dan PLTU Punagaya di Jeneponto.
Turun menyaksikan, antara lain, Chairman Bosowa Group Erwin Aksa, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Tamsil Linrung, anggota Komisi VII DPR RI Mukhtar Tompo, dan pejabat PLN Wilayah Sulselrabar.
"Mengucap Bismilah saya resmikan PLTB 75 megawatt ini," kata Jokowi sembari menekan sirene di puncak Bukit Lainungan.
Sembari menatap sekeliling perbukitan yang hijau di bawah kincir, Jokowi mengaku serasa sedang berada di Eropa.
“Ini PLTB, saya berada di Sidrap, tapi kok rasa rasanya saya berada di negara yang banyak beginiannya (baling baling). Ya tepat, kita seolah berada di Belanda,” ujar Jokowi diiringi riuh tepuk tangan hadirin.
Peresmian tiga pembangkit listrik itu sekaligus menandai dimulainya tiga pembangkit yang dimulai pembangunannya yaitu PLTU Sulsel Barru 2, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Luwuk, dan PLTB Tolo di Jeneponto.
"Seluruh proyek ini memiliki kapasitas total 757 megawatt dengan nilai investasi lebih dari 1,168 miliar USD. Proyek infrastruktur ini juga menyerap tenaga kerja hingga 4.480 orang sejak tahap konstruksi hingga operasional," kata Jokowi.
PLTB Sidrap dibangun di lahan seluas 100 hektar, telah terpasang 30 turbin yang memiliki ketinggian 80 meter dan baling-baling sepanjang 57 meter.
Daerah ini kini menjadi salah satu wisata untuk masyarakat di Sulawesi Selatan yang berjarak sekitar 150 km dari Kota Makassar.
Pemerintah membangun pembangkit listrik angin ini untuk meningkatkan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 23% dari total bauran energi nasional pada 2025.
"Di Jawa bagian selatan dan timur, informasi yang saya terima sangat bagus untuk membangun PLTB. Memang, investasi seperti ini awalnya tinggi, tapi lama kelamaan akan semakin murah," kata Jokowi
Dia menjelaskan, untuk PLTB bisa semakin murah karena tak membutuhkan bahan bakar fosil seperti PLTU.
"Karena ini tidak perlu ada supply seperti PLTU yang setiap hari bakar batu bara. Ini tidak dan supply bisa makin besar," kata dia.
Jokowi mengatakan, jika proyek pembangkit listrik baru sudah selesai maka akan menciptakan iklim kompetisi.
Nah ini disebut akan membuat harga semakin turun dan bisa menciptakan daya saing.
"Kompetisi akan membuat harga listrik semakij turun, nanti akan ada daya saing terutama industri kita dengan negara lain. Arahnya ke sana," ujar Jokowi.
Kelistrikan Sulsel Saat Ini
Jokowi mengatakan, PLTB Sidrap ini tentu akan menjadi penyuplai kebutuhan listrik di Indonesia terkhusus di Sulawesi Selatan.
Turbin-turbin menara ini bisa menghasilkan total 75 megawatt, yang dapat digunakan untuk mengaliri lebih dari 70.000 pelanggan listrik dengan daya 900 VA.
"Dengan beroperasinya PLTB Sidrap ini, rasio elektrifikasi di Provinsi Sulawesi Selatan telah mencapai lebih dari 99 persen, sedikit di atas rasio elektrifikasi nasional saat ini yakni kurang lebih 96 persen. Keindahan alam Watang Pulu dan kincir-kincir angin raksasa PLTB ini pun adalah potensi pariwisata," jelas Jokowi.
GM PLN Wilayah Sulselrabar, Andi Bambang Yusuf, mengatakan, kehadiran PLTB Sidrap, PLTB Jeneponto Ekspansi, dan PLTB Punagaya menandai keberhasilan PLN mengembangkan listrik berbasis energi lokal, energi terbarukan. “Ini pertama di di Indonesia dalam skala yang cukup besar,” ujar Bambang.
Menurutnya, kelebihan PLTB karena dapat dimanfaatkan sebagai energi terbarukan yang tidak akan punah, termasuk green energy, dan dapat dikembangkan menjadi tempat wisata di sekitar lokasi PLTB.
“Kita harus akui, PLTB sangat bergantung pada tenaga angin. Sehingga membutuhkan kestabilan tenaga angin, agar pengoperasian PLTB dapat maksimal. Yang sudah beroprasi baru PLTB Sidrap, PLTB Jeneponto belum,” jelas Bambang.
Meski sistem kelistrikan di Sulselbar sudah memadai sebelum PLTB Sidrap beroperasi, namun masuknya PLTB Sidrap diakui Bambang akan semakin memperkuat sistem kelistrikan di Sulselbar.
“Ada yang bilang hadirnya dua PLTB membuat PLN akan merugi. Nah, kalau memperkuat sistem artinya tidak merugikan toh. Kita meliatnya dalam perspektif yang lebih luas, bahwa pembangunan energi terbarukan merupakan pengembangan potensi energi lokal yang bebas polusi udara dan polusi suara. Soal harga, kita lihat dalam perspektif jangka panjang,” jelas Bambang.(*)
Baca: Dulu SBY Juga Nginap, Kini Presiden Jokowi Juga Bermalam di Wajo, Kenapa Harus di Sengkang?
Baca: Link Resmi Pengumuman SBMPTN Unhas, UGM, IPB, dan Lainnya, Begini Cara Cek Nama Kamu!
Baca: Hasil dan Cuplikan Gol, Tertinggal 2 Gol Duluan Belgia Singkirkan Jepang Menit 90
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/erwin_aksa_menteri_bumn_20180702_151356.jpg)