Pilwali Makassar 2018
Ini 10 Program Appi-Cicu untuk Makassar Kota Dunia
Dalam sosialisasinya, Appi-Cicu, tim maupun relawan ikut menyosialisasikan tawaran programnya bagi warga Makassar.
Penulis: Alfian | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) menjadi Calon tunggal Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar 2018 yang akan dipilih warga kota ini di bilik Tempat Pemungutan Suara (TPS), 27 Juni ini.
Meski calon tunggal, sosialisasi pasangan ini tidak kendor sebelum maupun sesudah lebaran. Bahkan, mereka akan menutup kampanye dengan unjuk kekuatan pada rapat umum yang dijadwalkan berlangsung pada, Sabtu (23/6/2018), besok.
Dalam sosialisasinya, Appi-Cicu, tim maupun relawan ikut menyosialisasikan tawaran programnya bagi warga Makassar.
Berbagai program ditawarkan pasangan yang diusung 10 Partai Politik itu untuk menarik simpati pemilih dengan mengangkat visi Makassar Kota Dunia yang Berdaya Saing Global, Inklusif, Nyaman dan Berkelanjutan.
Bagaimana caranya? Appi-Cicu akan mewujudkannya dengan dengan 10 program strategis besar.
Garis besarnya yakni Makassar Kita Hebat, Makassar Kita Nyaman, Makassar Kita Cerdas, Aparat Kita Hebat, Pemuda Kita Hebat, Rumah Kita Layak dan Sehat, Makassar Kita Sehat, Perempuan dan Anak Kita Hebat, Disabilitas Kita Prioritaskan, dan Kebudayaan Kita Hebat, yang dijabarkan dalam berbagai program strategis.
Misalnya Makassar Kita Hebat terdapat tujuh poin penjabaran program seperti stimulus Rp 50 Juta untuk ORT tanpa syarat. Makassar aman, tertib, dan santun serta rasionalisasi PBB.
Selain itu penciptaan 10 ribu lapangan kerja baru, pusat perdagangan industri, distribusi dan MICE, kemudahan investasi bagi investor, hingga
gerakan ekonomi pulau waralana dan industri pulau.
Appi belum lama ini menilai kemajuan Makassar saat ini sifatnya sentralistik. Pembangunan infrastruktur hingga pengadaan layanan terpadu semuanya terpusat terutama di wilayah tengah kota.
Namun, kondisi tersebut semakin memperlebar jurang ketidakadilan. Ia melanjutkan selain persoalan pemerataan pembangunan, faktor utama dari ketidakadilan yang masih terjadi di Makassar sebab pemenuhan kebutuhan dasar yang belum juga bisa dinikmati sejumlah warga.
"Dari berbagai lokasi, lorong ke lorong di wilayah pesisir tempat kami sosialisasi masih banyak yang kita temukan keluhan warga soal sulitnya air bersih, akses jalan dan keluhan lainnya," ujar Appi, beberapa waktu lalu.
"Sehingga hal ini yang pertama harus diselesaikan. Kemudian kita berbicara tentang pemerataan pembangunan. Kota Makassar tak perlu lagi bersolek, sebab jangan ada kebohongan, kota Makassar bukan hanya kawasan losari dan sekitarnya tapi amsih ada kawasan lain yang perlu diperhatikan," jelasnya menambahkan.
Item Program Appi-Cicu:
A. Makassar Kita Hebat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/appi-cicu_20180605_230659.jpg)