Seluas Ini Lahan Markas Divisi Infanteri III Kostrad di Pakatto Gowa
Setelah berkeliling melihat beberapa bangunan, Jenderal TNI Mulyono, dihadapan media mengatakan jika hadirnya markas Divisi Infanteri III
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin
TRIBUB-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono mengunjungi Markas Divisi Infanteri III Kostrad di Dusun Borong Rappo, Desa Sokolia, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Rabu (30/5/18).
Kunjungan itu pun sekaligus meninjau proses pembangunan markas yang sudah mulai dibangun sejak awal Januari lalu.
Kasad tiba menggunakan helikopter dan didampingi Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Asops Kasad Mayjen TNI Moch Fachruddin, Aspam Kasad Mayor Jenderal TNI M. Nur Rahmad, Aspers Kasad Mayor Jenderal TNI Heri Wiranto, Kadisbibtalad Brigjen TNI Abdul Kamir, Waaslog Kasad Brigjen TNI Isdarmawan Ganemoeljo.
Kemudian pejabat Kostrad, Pangkostrad Letjen TNI Agus Kriswanto, Panglima Divisi III Mayjen TNI Achmad Marzuki dan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti.
Setelah berkeliling melihat beberapa bangunan, Jenderal TNI Mulyono, dihadapan media mengatakan jika hadirnya markas Divisi Infanteri III ini merupakan program dari Presiden RI dan Panglima TNI.
"Khusus untuk wilayah Indonesia Timur. Dan memang program dari pak Presiden dan Panglima TNI yang akan menambah komposisi angkatan udara dan darat di wilayah timur dan divisi tiga memang proyeksinya disini," ujarnya usai melakukan penanaman pohon.
Dia menjelaskan, divisi Infanteri III Kostrad ini berisi tiga brigade, dimana satu brigade ada tiga batalyon. Berarti sembilan batalyon.
Untuk waktu pembangunannya, dia mengatakan jika hal itu tidak bisa diprediksi. Namun ditargetkan bisa selesai pada 2024 mendatang.
"Luasnya ada 72 Ha. Tapi baru sekitar 5 Ha yang sudah digunakan untuk tahun anggaran 2018. Pembangunannya bertahap karena tidak mungkin dibangun semuanya dalam satu tahun. Jadi proyeksinya selesai 2024," ujarnya lagi.
Ditanya anggaran, sejak mulai dibangun 2017 lalu, mereka sudah menggelontorkan Rp 17 miliar tahap awal dan selesai. Untuk 2018 Rp 50 M.
Dia menambahkan, dalam 72 Ha kawasan tersebut nantinya akan dibangun sarana umum, perkantoran, sarana olahraga prajurit, perumahan, dan perkantoran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/brigidfi_20180530_203723.jpg)