Dinas Peternakan Luwu Utara Kembangkan Ayam Kampung Super

Alhamdulilah sejak tiga minggu lalu hingga saat ini ayam kampung super sudah menghasilkan 1.000 butir telur

Dinas Peternakan Luwu Utara Kembangkan Ayam Kampung Super
chalik/tribunluwu.com
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Luwu Utara tengah mengembangkan ayam kampung super. 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MAPPEDECENG - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Luwu Utara tengah mengembangkan ayam kampung super.

Ayam kampung super dari Pulau Jawa sebanyak 464 ekor dikembangkan Disnakeswan di Kantor Poskeswan, Desa Kapidi, Kecamatan Mapedecceng, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Kepala Bidang Perbibitan Disnakeswan, Ahmad, Senin (21/5/2018) mengatakan ayam tersebut telah menghasilkan 1.000 butir telur sejak tiga pekan lalu.

"Alhamdulilah sejak tiga minggu lalu hingga saat ini ayam kampung super sudah menghasilkan 1.000 butir telur," katanya.

Telur itu akan ditetaskan selama 21 hari menggunakan mesin penetas yang ada di Kantor Disnakeswan Luwu Utara, Jl Simpurusiang, Kota Masamba.

Baca: Luwu Utara Dapat Bantuan Kakao dan Cengkeh Dari Kementan

Baca: Agustus, Pasar Induk Beras di Parepare Beroperasi, Diklaim Terbesar di Indonesia Lho!

"Hasil tetas itu akan kita pasarkan ke masyarakat supaya mereka juga dapat mengembangkannya," katanya. Sekadar diketahui, ayam kampung super memiliki sejumlah keunggulan, antara lain.

Pertumbuhannya jauh lebih cepat dibandingkan dengan ayam lain sehingga menghemat waktu dalam hal pemeliharaan.

Ayam kampung super bertubuh besar mirip dengan ayam negeri dan mempunyai bobot yang jauh lebih berat jika dibandingkan dengan ayam kampung lain biasanya.

Pada usia sekitar dua bulan, bobot ayam ini bisa sudah mencapai1,5 kilogram lebih.(*)

Setelah tumbuh dewasa dan berumur di atas 4 bulan dapat bertelur setiap hari meskipun tidak ada pejantannya.

Telur yang dihasilkan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan telur ayam biasa.

Bisa dipelihara di berbagai tempat dan dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya, terlebih di dataran rendah.(*)

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved