Pilgub Sulsel 2018
Pembina Ponpes Annail Gowa: Pilkada Momentum Menjaga Silaturrahmi Antar Ummat
Menurutnya, masyarakat harus bekerja sama dan tidak terpecah belah hanya karena berbeda pilihan.
Penulis: Abdul Azis | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Ustad Muharram Alfatih, salah satu pembina Ponpes Annail, Kabupaten Gowa, Sulsel menyampaikan seruanya menghadapi Pilkada Serentak 2018, Rabu (25/4/2018).
Dalam seruanya itu di Ponpes Tahfizul Quran Annail, Muharram, menyatakan, momentum pilkada harus dijaga dengan baik. Menurutnya, masyarakat harus bekerja sama dan tidak terpecah belah hanya karena berbeda pilihan.
"Setiap muslim adalah saudara! Kapan kita terpecah hanya karena perbedaan, maka retaklah ukhuwah diantara kita," kata Muharram, Rabu (25/4/2018).
"Kita sebagai masyarakat yang berdomisili di Sulsel semua bersaudara tentunya siap menerima kekalahan, itu yang harus dihadapi dengan bijak," tambah Muharram.
Muharram mengaku, semua calon kepala daerah yang maju pada Pilgub Sulsel adalah orang-orang pilihan. Dia menilai cakada layak menjadi nahkoda baru di Sulsel.
"Tapi kami berharap mereka yang terpilih harus bersikap adil dan mengayomi semua ummat. Kita akan dihadapkan dengan momentum bulan Ramadhan 1436 hijriah. Mari menjadikan bulan ini sebagai momentum untuk instrospeksi diri," katanya.
Muharram mengatakan, pilkada sarana untuk memilih pemimpin tetapi jangan menjadikan sebuah momentum untuk saling menghujat, karena perbedaan dukungan, sebagai salah satu pembina dipesantren juga mengingatkan kepada seluruh pasangan calon untuk tidak mempolitisir tempat ibadah sebagai sarana kampanye karena akan mungkinkan kerenggangan hubungan silaturrahmi antar sesama ummat.
"Bulan Suci Ramadhan harus kita jaga bersama agar suasana tetap aman dan kondusif sehingga ibadah kita di ridahi Allah," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ustad-muharram-alfatih_20180425_172429.jpg)