Pilgub Sulsel 2018
Soal Konsep Kepemimpinan, Wakil NH Kagumi Jawaban Andi Sudirman
Andalan, sapaan Andi Sudirman mendorong pada konsep kepemimpinan dengan strategi zaman Now
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Debat putaran kedua Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan yang berlangsung semalam, Kamis (19/4/2018) berlangsung apik.
Pertanyaan dan pernyataan dilontarkan oleh para Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dijawab dengan mudah dan mengagumkan oleh Andi Sudirman, Cagub pasangan Nurdin Abdullah.
Begitu pun saat Calon Wakil Gubernur nomor urut 1 Nurdin Halid, Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (Aziz) diberi kesempatan bertanya kepada Cawagub nomor urut 3 Andi Sudirman Sulaiman.
Dalam pertanyaannya, Aziz terdengar banyak berbicara soal konsep kepemimpinan Jaman Kekhalifahan Umar Bin Khattab.
Aziz mengatakan, bahwa konsep sensivitas pemimpin yang ditunjukan oleh Umar Bin Khattab merupakan konsep yang baku sebagai contoh bagi seorang pemimpin.
"Umar saat menjadi pemimpin, salah satu sikapnya yang menarik yakni, setiap malam dirinya selalu memantau kondisi warganya, dirinya (Umar Bin Khattab) tak akan tidur sebelum memastikan warganya tak ada yang lapar, semuanya telah aman," Aziz bertanya ke Andi Sudirman Sulaiman.
Menjawab pertanyaan dalam bentuk pernyataan tersebut, Andi Sudirman pun menjawab dengan konsep kepemimpinan yang berbasis pada sensivitas sosial diatas dengan memadukan dengan konsep kekinian atau Zaman Now.
Andalan, sapaan Andi Sudirman mendorong pada konsep kepemimpinan dengan strategi zaman Now. Dalam artian, dengan menggunakan sistem teknologi yang ada pada saat ini.
"Kepemimpinan saat ini tentu sudah harus lebih maju, tak perlu kita mondar mandir lagi, semuanya telah tersedia dengan bantuan teknologi," jelas Andi Sudirman Sulaiman.
"Dengan demikian, lewat pemanfaatan kemajuan teknologi, kita sudah bisa memantau dengan alat teknologi tersebut, sehingga mempermudah kerja - kerja pemerintahan," sambung Andi Sudirman Sulaiman.
Aziz kemudian, mengaku sepakat dan mengakui konsep kepemimpinan dengan memanfaatkan teknologi seperti yang dipaparkan oleh Andi Sudirman untuk mendorong sistem kerja pemerintah yang lebih maju. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/iyl-cakka_20180419_214632.jpg)