Berkisah tentang Misteri Ayunan Nenek, Pemain Film De Toeng Syuting di Jeneponto
Pemeran utama, Sean Hasyim mengaku telah mempersiapkan fisik dan mental untuk proses pengambilan gambar film ini.
Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Kru dan pemain film de Toeng produksi T-PRoduction menyambangi Tribun Timur, Jl Cenderwasih No 430, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (19/4/2018).
Rombongan yang datang, yakni Sean Hasyim, Kartika Waode, Aktor Teater Makassar Djamal April Kalam, Sutradara Bayu Pamungkas serta tim produksi lainnya.
Dalam rangka media visit terkait pengambilan gambar film berjudul de Toeng alias Misteri Ayunan Nenek yang mengambil lokasi di Jeneponto selaku tempat mitos de Toeng tersebut diangkat.
Film ini akan melakukan proses pengambilan gambar mulai 20-30 April 2018 mendatang, berlokasi di Jeneponto bukit Toeng dan Bangkala.
"Film de Toeng ini diangkat dari salah satu mitos yang belum terlalu diketahui banyak orang termasuk orang asli Jenenponto sendiri. Untuk mengangkat film ini tentu tidak sembarang meski saya selalu membuat film horor namun de Toeng ini sangat berbeda karena untuk membuat filmnya saya harus melakukan beberapa ritual seperti barasanji dan makan-makan bersama," kata Sutradara de Toeng, Bayu Pamungkas pada tribun-timur, Kamis (19/4/2018).
Bayu memaparkan, 90 persen lokasi pengambilan gambar di Jeneponto sedangkan 10 persennya di Makassar.
"Genrenya lebih ke horor trailer, karena tidak ada darah, pembunuhan dan sebagainya hanya lebih pada ketegangan saja karena adanya suara-suara dari nenek Toeng ini. Yah film ini tidak dibuat sembarang bahkan saat casting ada peserta yang sampai kesurupan nenek Toeng ini tetapi itulah tantangan yang harus dilalui, apalagi sampai 10 hari ke depan," ujarnya.
Pemeran utama, Sean Hasyim mengaku telah mempersiapkan fisik dan mental untuk proses pengambilan gambar film ini.
"Pendalaman karakter sih sudah, mungkin lebih ke fisik dan mental aja sih karena dari ceritanya ini agak seram dan lainnya, tetapi yah lebih berhati-hati aja sih," ujarnya.
Sementara Kartika Waode mengaku film imi sebagai tantangan baginya.
"Anggap saja sebagai tantangan aja sih, namun harus lebih hati-hati juga karena ini tentang mitis di sebuah daerah. Intinya lebih profesional saja sesuai dengan karakterku," tuturnya.
Talent yang bermain di film de Toeng ini ada 26 terdiri dari artis lokal Makassar dan Jeneponto. (*)