Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pulang Kampung ke Pinrang, Idrus Marham Salurkan Bantuan Rp 43 Miliar

Dalam kesempatan itu, Mensos menyerahkan bantuan sosial kepada Kabupaten Pinrang pada tahun 2018 dengan total Rp.43.489.070.000.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Anita Kusuma Wardana
HANDOVER
Idrus Marham menyalurkan bantuan di Pinrang 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Menteri Sosial, Idrus Marham melakukan kunjungan dinas ke tanah kelahirannya, kabupaten Pinrang, Sulsel.

Poitisi Golkar ini, datang ke Pinrang hanya untuk menyalurkan bantuan sosial dalam acara Penyaluran Bansos Non Tunai Program Keluarga Harapan dan Bansos Pangan Rastra di tiga titik di Kabupaten Pinrang.

Antara lain Kecamatan Duampanoa, Patampanoa dan Matirosompa. Ini merupakan kali kedua lawatan Mensos ke kampung halamannya.

Sebelum memulai acara penyaluran, Mensos menyempatkan diri mampir mencicipi bebek Palekko di rumah masa kecilnya di Kampung Sempang, Desa Mattiro Ade, Kecamatan Patampanua. Rustan, Kepala Desa Sempang menceritakan nostalgia Idrus kecil.

"Pak Idrus itu dari kecil cerdas, beliau ndak pernah bawa buku ke sekolah tapi mengerti betul materi-materi sekolah hanya dengan sekali baca", jelasnya.

Hadir dalam acara tersebut Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dirjen Penanggulangan Fakir Miskin, Direktur Jaminan Sosial Keluarga, Direktur Pesisir, Pulau-Pulau Kecil dan Perbatasan Antar Negara, Kepala BBPPKS Makassar, Wakil Bupati Pinrang, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Sosial Kabupaten Pinrang.

Dalam sambutannya, Mensos menyampaikan salam kesejahteraan bagi hadirin sekalian dari Presiden, bahwa kehadirannya di tengah-tengah masyarakat ini merupakan amanat. "Saya membawa komitmen dari Presiden yang secara tegas meminta agar program prioritas nasional yang menjadi tugas dan kewajiban Kementerian Sosial dikawal dengan sungguh-sungguh dan serius," jelasnya.

Menurutnya ada lima tugas yang diberikan Presiden kepada dirinya, Pertama, pastikan anak anak penerima PKH sekolah, bahkan bukan hanya sekolah, namun juga berprestasi. Setiap anak berprestasi harus diberikan penghargaan.

Kedua, memastikan bansos yang diterima sesuai dengan yang ketentuan dalam program. Misalnya bansos PKH besarnya Rp1.819.000 per KPM per tahun dicairkan 4 kali dalam setahun maka kenyataan di lapangan juga harus sesuai dengan pedoman itu; atau Bantuan Beras Sejahtera diterims 10 kg tanpa ada bayar bayar alias gratis.

Ketiga, Bapak Presiden memberi instruksi untuk cek dan ricek lagi di lapangan agar uang bansos digunakan sesuai dengan ketentuan, mengawal dan memastikan bahwa dana tersebut dibelanjakan kebutuhan pendidikan, perbaikan gizi anak anak.

Keempat, apabila ada yang menggunakan bantuan tidak sesuai ketentuan yang ada maka bantuan tidak dilanjutkan kepada ibu yang melakukan pelanggaran.

Kelima, memastikan seluruh anak bangsa yang berprestasi mendapatkan penghargaan".

Dalam kesempatan itu, Mensos menyerahkan bantuan sosial kepada Kabupaten Pinrang pada tahun 2018 dengan total Rp.43.489.070.000.

Terdiri atas bantuan PKH reguler sebesar Rp.20.408.220.000 bagi 10.798 KPM, bantuan sosial Beras Sejahtera (Rastra) sebesar Rp.22.182.600.000 bagi 16.805 keluarga, bantuan sosial disabilitas sebesar Rp70.000.000 bagi 35 Jiwa, bantuan sosial lansia terlantar sebesar Rp.648.000.000,- dan bantuan hibah dalam negeri sebesar Rp180.250.000 bagi 2.052 keluarga dan 30 anak KPM berprestasi.

Di akhir acara, setelah memberikan secara simbolis beasiswa untuk 10 anak berprestasi, Idrus juga menceritakan masa kecil nya yang cukup sulit karena terlahir dari keluarga petani.

"Saya dulu sekolah pakai seragam bekas dan memakai sendal, namun selalu juara kelas" ceritanya. Mensos memberikan motivasi bahwa seluruh proses yang dilalui pasti ada hikmahnya.

"Alhamdulillah saya ditunjuk sebagai menteri sosial, maka saya akan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab karena memang saya lahir dari proses itu jadi tidak begitu sulit saya kerjakan", pungkasnya.

Idrus berpesan agar semua bantuan digunakan sebaik-baiknya terutama untuk anak-anak.

"Saya bisa seperti ini karena saya selalu mengartikan bahwa belajar itu adalah upaya untuk memperbaiki masa depan, saya adalah bukti", tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved