Mentan Target Ekspor 300 Ribu Ton Jagung, Segini Andil Sulsel
Ekspor jagung tahun ini dimulai dari Gorontalo yakni ekspor 57 ribu ton ke Filipina.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Hasriyani Latif
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Indonesia dikenal langganan impor jagung. Kini Kementerian Pertanian (Kementan) bertekad membalikkan jadi ekspor.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menuturkan pada 2015, Indonesia impor 3,5 juta ton jagung. Dengan adanya program jagungisasi, impor 2016 turun 62 persen dan pada 2017 tidak ada impor jagung pakan ternak.
"Kini 2018 sudah ekspor jagung ratusan ribu ton. Seandainya tidak ada program Upaya Khusus, kita akan impor 4 sampai 5 juta ton,” kata Amran disela pelepasan 6.700 ton jagung ke Filipina di Gudang Pelindo IV Pelabuhan Soekarno-Hatta, Jumat (9/3/2018).
Ekspor jagung tahun ini dimulai dari Gorontalo yakni ekspor 57 ribu ton ke Filipina dan dilanjutkan dari Makassar. Rencananya, pekan depan Indonesia akan mengekspor jagung dari Sumbawa, NTB.
Baca: Sulsel Ekspor Perdana Jagung 6.700 Ton, Ini Harapan Dirut Pelindo IV
Baca: Tinjau Panen Jagung di Maros, Petani CurhatSoal Harga ke Ustad Aziz
"Target tahun ini minimal 300 ribu ton dan ekspor dari Jawa Timur dan Sulawesi Barat,” katanya.
Ekspor jagung yang dilakukan pemerintah merupakan realisasi amanah Nawacita untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Selain Provinsi Sulawesi Selatan, ekspor jagung Indonesia berasal dari Provinsi Gorontalo dan Nusa Tenggara Barat. "Sebelumnya kita ekspor 57 ribu ton jagung dari Gorontalo," ujarnya.
Ekspor jagung dari Sulsel sejumlah 6.700 ton merupakan tahap awal dari total kontrak 60 ribu ton ke Filipina.
Sementara itu, ekspor jagung dari Provinsi Nusa Tenggara Barat ke Filipina ditargetkan sebesar 300.000 ton. Sentra jagung di provinsi ini ada di Pulau Sumbawa.
Pada pertemuan bilateral Filipina dan Indonesia di Manila, setahun silam, potensi pasar jagung di Filipina mencapai 1,1 juta ton.
Kementerian Pertanian terus menggenjot sektor produksi pertanian di Indonesia. Dengan begitu, jumlah ekspor jagung maupun komoditas lainnya bisa meningkat.
"2018 kita siapkan bibit jagung dan pupuknya untuk 3,7 juta hektar lebih, gratis diberikan kepada petani," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ekspor-jagung2_20180309_180817.jpg)