Hindari Kelumpuhan, Belasan Penyelam Taka Bonerate Check Up Hyperbaric Chamber
Menurutnya, akibat dari kondisi tersebut maka timbul gejala yang mirip sekali dengan stroke, dimana akan timbul gejala-gejala
Penulis: Nurwahidah | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan TribunSelayar.com, Nurwahidah
TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Belasan penyelam Balai Taman Nasional Taka Bonerate Selayar mengikuti check up hyperbaric chamber di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (2/3/2018).
Kepala SPTN Wilayah II Jinato, Abd Rajab, mengatakan dunia penyelaman adalah salah satu dunia olahraga dan rekreasi yang mempunyai resiko tinggi akan kelumpuhan dan kematian.
"Salah satu yang biasa dialami dan harus dihindari oleh penyelam adalah penyakit dekompresi sebagai suatu keadaan medis dimana akumulasi nitrogen yang terlarut setelah menyelam membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta system syaraf," ujar Abd Rajab.
Menurutnya, akibat dari kondisi tersebut maka timbul gejala yang mirip sekali dengan stroke, dimana akan timbul gejala-gejala seperti mati rasa (numbness), paralysis (kelumpuhan), bahkan kehilangan kesadaran yang bisa menyebabkan meninggal dunia.
"Menyadari tingginya resiko bahaya penyelaman, maka kami wajibkan para diver masuk chamber di awal tahun ini, guna menetralkan akumulasi nitrogen yang terlarut dalam tubuh penyelam," jelasnya.
"Semoga kegiatan ini bisa dianggarkan dan dilaksanakan secara rutin guna pemeliharaan dan pemulihan fisik staf balai TNTBR yang sering melakukan aktifitas di bawah laut," tambahnya.
Sekadar diketahui, di Sulsel, fasilitas hiperbarik chamber baru ada di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hiperbari_20180302_190918.jpg)