Pengguna Unik di Tol Makassar Stagnan
Kendala utama adalah kemauan pengguna jalan untuk melakukan isi ulang kartu dan penyediaan lokasi top up yang memadai
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Ardy Muchlis
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-- Penerapan elektronifikasi jalan tol di Kota Makassar diklaim Direktur Teknik dan Oprasi PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE)-PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), Ismail Malliungan masih di posisi 50-an persen.
Artinya masih sama seperti di awal tahun lalu atau stagnan.
Saat dihubungi Rabu, (28/2) Ismail menuturkan hingga akhir Februari pengguna Unik di kisaran 50-an persen dari total kendaraan yang lalu-lalang sekitar 105 ribu-110 ribu kendaraan.
"Kendala utama adalah kemauan pengguna jalan untuk melakukan isi ulang kartu dan penyediaan lokasi top up yang memadai," kata Ismail.
Padahal Badan Pengatur Jalan Tol (BUJT) terus meningkatkan fasilitas pendukung berupa Gerbang Tol Otomatis (GTO) dan memfasilitasi bank untuk lokasi top up.
"Selain itu, saat ini, Unik sudah dijual dengan harga normal Rp 50 ribu saldo Rp 30 ribu. Di mana harga kartu Rp 20 ribu. Tetap saja banyak yang beli kartu baru," katanya.
Ia pun berharap, dengan adanya fasilitas top up di tol dari Bank Mandiri dapat meningkatkan penetrasi penggunaan Unik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/unik-tol-makassar2_20180228_141822.jpg)