Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DPRD Sulsel Ogah Kucurkan Anggaran Literasi, Ini Alasannya

Tidak beratji kalau hanya buku. Jadi tidak perlu ada kucuran anggaran. Penegak hukum kita, saat ini juga semakin ganas

Penulis: Ansar | Editor: Ardy Muchlis
ANSAR/TRIBUN TIMUR
Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Ni'matullah saat menghadiri temu literasi Sulselbar di aula Lapas Klas II A Maros. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Ni'matullah menilai, untuk mendukung gerakan literasi, pemerintah tidak perlu mengucurkan anggaran. DPRD juga ogah membahas pengusulan anggaran buku untuk literasi, Sabtu (24/2/2018).

Apalagi, para penegak hukum saat ini, semakin ganas. Sejumlah pejabat yang salah mengelola uang, ditangkap dan dipenjara. Dia tidak mau hal tersebut terjadi, hanya gegara buku.

"Tidak beratji kalau hanya buku. Jadi tidak perlu ada kucuran anggaran. Penegak hukum kita, saat ini juga semakin ganas. Jadi lebih baik menggunakan uang pribadi," katanya.

Hal tersebut dikatakannya saat menghadiri Temu Literasi Sulselbar di aula Lapas Klas II A Maros, jalan Raya Kariango, Desa Bonto Matene, Kecamatan Mandai.

Menurutnya, sejumlah buku yang tersimpan di pustaka pribadinya, cukup untuk dibaca warga pelosok Maros. Buku koleksi Ni'matullah cocok untuk dibaca anak pedesaan.

"Banyak buku di rumah. Ada buku saya, ada juga milik anak saya. Saya rasa itu sudah cukup. Sasaran kita adalah anak di Kampung. Kalau anak di kampung jarang baca," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved