Tak Hadiri Penutupan Halaqah, Ini Curhatan Alumni IMPS UMI Untuk Supriansa
Yunas Asri batal memberikan kartu pink, karena Supriansa tak menghadiri penutupan halaqah IMPS UMI
Penulis: Sudirman | Editor: Ardy Muchlis
Laporan Wartawan Tribun Timur, Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM,SOPPENG - Dewan alumni Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (IMPS) koperti Universitas Muslim Indonesia (UMI) Yunas Asri, batal memberikan kartu pink kepada Wabup Soppeng Supriansa.
Yunas Asri batal memberikan kartu pink, karena Supriansa tak menghadiri penutupan halaqah IMPS UMI di Lapangan Gasis Soppeng pada Sabtu (10/2/2018) lalu.
Supriansa juga merupakan alumni UMI Makassar.
Batalnya memberikan kartu berwarna pink, juga sempat dituliskan Yunas, didalam akun facebooknya.
Alumni IMPS UMI Yunas Asri mengatakan, andaikan Supriansa hadir saat penutupan halaqah, maka ia tidak akan memberikan kartu kuning seperti aksi mahasiswa Universitas Indonesia (UI).
Namun ia memberikan kartu pink.
Kartu berwarna pink merupakan simbol romantisme dalam mengarungi bahtera kepemimpinan Akar Super.
Kartu pink juga bisa menjadi contoh bagi kepala daerah lain, yang merupakan sebuah simbol romantisme menjalankan roda pemerintahan.
"Selain itu, saya juga sampaikan bentuk perhatian pemerintah terhadap perkembangan pemuda dan olahraga di Soppeng yaitu, dipermanenkannya lapangan futsal dengan pencahayaan begitu besar," tambah Yunas.
Perhatian lainnya yaitu, juga digelontorkannya beasiswa sebesar Rp. 8 M, yang sebelumnya hanya Rp. 400 juta.
Selain itu, Yunas juga sempat menyinggung stadion A Wana, Soppeng.
"Kami memohon doa kepada sluruh penonton yang mengelilingi lapangan pada malam itu, agar pembangunan stadion A Wana, bisa segera terealisasikan," tambah Yunas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/makassar_20180213_104023.jpg)