Perkenalkan Latifah Rusmin, Hafidz Cilik Asal Gowa yang Lolos Kontes Hafidz Indonesia

Latifah yang menjadi salah satu hafidz yang akan mewakili Sulawesi Selatan adalah murid dari SDN Samata.

Perkenalkan Latifah Rusmin, Hafidz Cilik Asal Gowa yang Lolos Kontes Hafidz Indonesia
WAODE NURMING/TRIBUN TIMUR
Latifah Rusmin Rahim bersama ayahnya Rusmin Rahim bertemu Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan guna silaturahmi sekaligus meminta doa dan dukungan agar dalam seleksi Hafidz Indonesia, Latifah dapat lolos ke tahap selanjutnya. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA- Namanya Latifah Rusmin Rahim umur 9 tahun.

Gadis cilik asal Borong Raukang, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Gowa itu berhasil lolos dalam seleksi 24 besar Hafiz Indonesia 2018.

Acara itu merupakan ajang untuk mencari dan menjaring para penghafal Al Quran yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional.

Latifah yang menjadi salah satu hafidz yang akan mewakili Sulawesi Selatan adalah murid dari SDN Samata.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini menyempatkan bertemu Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan guna silaturahmi sekaligus meminta doa dan dukungan agar dalam seleksi Hafidz Indonesia, Latifah dapat lolos ketahap selanjutnya.

Adnan yang di dampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Priska Paramita Adnan menyambut baik kedatangan calon Hafiz ini diruang kerjanya, Kantor Bupati Gowa, Rabu (7/2).

Dia mengaku kagum dan bangga, karena melihat Latifah yang baru berusia 9 tahun dan dapat menghafal kitab suci Al Quran sampai 9 juz.

"Itupun secara otodidak dengan bimbingan ibunya. Saya sangat bangga, silahkan ananda lanjutkan, dukungan dan doa dari pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gowa akan terus mengalir, ananda adalah salah satu contoh dan panutan bagi putra-putri di Kabupaten Gowa di masa datang," ujarnya yang Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni, Kepala Dinas Sosial Syamsuddin Bidol, dan Camat Somba Opu Zubair Usman.

Ayah Latifah, Rusmin Rahim, menjelaskan bahwa Latifah sudah memiliki bakat dari lahir.

"Bermula saat dia berumur tiga tahun dia sudah tertarik dengan huruf Hijayya. Akhirnya diusia empat tahun Latifah sudah dapat membaca Al Quran dengan lancar dengan bantuan ibunya," jelasnya.

Dia juga menceritakan proses perjalanan anaknya dalam mengikuti seleksi hafidz di Jakarta.

"Pendaftaran secara online pada Oktober lalu, kami mengirimkan vidio kepihak panitia, kemudian dilanjutkan dengan seleksi tahap kedua melalui via telepon dan seminggu kemudian ananda kami dinyatakan lolos untuk mengikuti seleksi 50 besar di Jakarta," katanya.

Setelah seleksi di Jakarta akhirnya Latifah berhasil lolos untuk berkompetisi dengan 24 orang hafiz yang berasal dari seluruh Indonesia.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved