Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Mellennial

Mellennial - Ini Cara Nurhikma Bari Dukung Film Lokal Makassar

Nurhikma Bari mengaku jauh lebih suka film Indonesia dibandingkan film lokal Makassar yang saat ini mulai bermunculan.

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Suryana Anas
HANDOVER
Alumni STIM Nitro Makassar, Nurhikma Bari 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Sukmawati Ibrahim

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR--Alumni STIM Nitro Makassar, Nurhikma Bari mengaku jauh lebih suka film Indonesia dibandingkan film lokal Makassar yang saat ini mulai bermunculan.

"Kalau ditanya lebih suka yang mana, jujur mungkin aku lebih suka film Indonesia sih, bukan berarti aku nggak suka film lokal Makassar tetapi mungkin lebih duluan kenal film Indonesia aja dibanding film lokal Makassar. Tapi aku tetap mensupport film-film lokal Makassar kok," katanya, Selasa (16/2/2018).

Cara perempuan 22 tahun ini mensupport film lokal Makassar dengan cara mengajak teman-temannya untuk menonton film karya anak kota daeng ini.

"Dengan mempromosikan melalui sosial media. Sebagai warga Makassar yang baik kita harus tetap mensupport karya anak Makassar agar bisa lebih kreatif lagi dalam pembuatan film lokal dan mengangkat budaya yang ada di Sulawesi Selatan agar bisa lebih d kenal lagi oleh masyarakat luar," ujarnya.

Untuk film Makassar yang disukainya ialah Uang Panai.

"Banyak sekali hal positif yang bisa kita pelajari dari film tersebut dan bisa mengetahui lebih dalam lagi budaya bugis Makassar tentang uang panai. Selain itu film Jang Panai juga mendapatkan penghargaan film daerah terlaris di IBOMA 2017 dan itu bisa menjadi contoh untuk anak Makassar agar bisa lebih kreatif lagi dalam pembuatan film Makassar selanjutnya," jelasnya.

Sementara untuk film Indonesia yang disukai pemilik akun instagram @emma.nb ini ialah London Love Story 3.

"Karena dari london love story pertama sampai sekarang aku nggak pernah ketinggalan soalnya pemainnya artis favorite aku yaitu Michelle Ziudith dan Dimas Anggara. Aku suka mereka berdua karena actingnya bagus banget seakan kita bisa terbawa suasana kayak real banget dan tidak dibuat-buat. Pokoknya sukses saja untuk film Indonesia dan lokal," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved