Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kunjungi Kantor ASITA Sulsel, Disparekraf Makassar Bahas Ini

Pada kesempatan tersebut dibahas beberapa hal, di antaranya pengembangan destinasi wisata akan fokus di Lakkang.

Penulis: Nurul Adha Islamiah | Editor: Anita Kusuma Wardana
HANDOVER
Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Sulsel mendapat kunjungan jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar di sekretariat Asita Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Makasaar, Selasa (6/2/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Sulsel mendapat kunjungan jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar di sekretariat Asita Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Makasaar, Selasa (6/2/2018).

Kunjungan dipimpin langsung Kepala Disparekraf Makassar Rusmayani Madjid beserta para kepala bidang.

Disambut hangat Ketua Asita Sulsel Didi L Manaba dan jajaran pengurus.

"Maksud kunjungan tersebut adalah untuk bertukar - pikiran dalam rangka kemajuan pariwisata kota Makassar," kata Didi.

Pada kesempatan tersebut dibahas beberapa hal, di antaranya pengembangan destinasi wisata akan fokus di Lakkang.

Dalam hal ini, Disbudpar dan Asita akan melakukan kunjungan untuk mengetahui kondisi riil demi pengembangan dan kemajuannya. Sarana angkutan sungai perlu mendapat perhatian agar pengunjung merasa aman dan nyaman.

"Selain Lakkang, kita juga perlu informasi yang jelas mengenai tarif lepa-lepa (perahu) serta waktu tempuh ke Kayu Bangkoa," ujarnya.

Dipaparkannya, atraksi dan daya tarik lorong dan kuliner layak masuk paket wisata.

Kemudian, secara kelembagaan, Biro Perjalanan Wisata berijin di Makassar akan dimuat dalam situs Disbudpar kota sehingga memberi kepastian bagi warga i-net tentang kepada siapa mereka berhubungan dalam penyelenggaraan wisata di Makassar.

"Ini memperkecil peluang internet fraud and scam (penipuan melalui internet: beli paket wisata via i-net tapi saat wisatawan tiba tidak ada yang menjemput, alias ditipu," katanya.

Kemudian sepakat melakukan sweeping BPW atau pelaku penyelenggara perjalanan yang tidak terdaftar. Sweeping ini dilakukan oleh Disbudpar bekerjasama dengan Asita.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved