Kursus A AFC, PSSI Datangkan Pelatih Islandia
Pada bulan Februari ini terdapat empat kursus yakni dua kursus C AFC di Sawangan dan Bandung, 5-17 Februari.
Penulis: Ilham Mulyawan | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham Mulyawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PSSI terus berupaya meningkatkan kompetensi pelatih nasional dengan menyelenggarakan program kursus pelatih sepanjang tahun 2018.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kursus ini akan digelar di beberapa kota di Indonesia.
Program kursus pelatih yang disiapkan untuk tahun 2018, yakni satu kali untuk A Pro AFC, satu kali A AFC, dua kali B AFC, dan 30 kali C AFC. Data PSSI saat ini terdapat 353 pelatih nasional yang sudah berlisensi AFC.
"Tahun 2018 PSSI menggelar banyak kursus pelatih dibanding tahun 2017. Kami berharap semakin banyak jumlah pelatih dengan lisensi AFC. Ini menjadi hal yang positif terkait pengembangan sepak bola Indonesia," kata Direktur Teknik PSSI, Danurwindo seperti dikutip dari rilis PSSI, Senin (5/2/2018).
Pada bulan Februari ini terdapat empat kursus yakni dua kursus C AFC di Sawangan dan Bandung, 5-17 Februari.
Lalu B AFC tanggal 19 Februari hingga 10 Maret dan A AFC modul satu tanggal 19 Februari hingga 4 Maret yang semuanya bertempat di Sawangan.
"Kami juga akan mendatangkan pelatih asing untuk berbagi pengalaman dan ilmu kepelatihan. Pelatih Islandia, Heimir Hallgrimsson dan pelatih Luis Milla yang merupakan pelatih timnas akan membantu kita memberi materi saat kursus atau workshop pelatih," ujar mantan pelatih Tim Nas Indonesia era tahun 1990'an ini.
Danurwindo menyebut saat ini dalam kursus C AFC dan D Nasional materi filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia) juga telah diberikan. Ia menyebut Filanesia adalah sebuah filosofi yang akan menjadi fondasi dan karakter sepak bola Indonesia, baik untuk pembinaan usia dini sampai profesional dari segi individu maupun tim.
Pihaknya sudah mensosialiasasikan Filanesia sejak 9 November lalu. Diharap para pelatih yang sudah mendapat materi Filanesia untuk mempelajari dan mempraktekkannya apalagi untuk pemain muda usia enam hingga 17 tahun. Filanesia memiliki panduan yang jelas.
Sepanjang kursus, kata Danur lagi, sebenarnya para pelatih di Indonesia sangat bagus dan berpotensi, namun ada juga kekurangan utamanya baahasaa Inggris. (*)